Latest Entries »

Laporan kegiatan praktikum
Pengambilan dan pembuatan ekstrak
kelenjar hipofisa (Hipofisasi)

Oleh ;
M. Fajriannor
XIA- AGP

Pemerintah kabupaten tabalong
Dinas pendidikan dan kebudayaan
Smkn 1 banua lawas
2012

  • Kata Pengantar

    Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zatYang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengansegala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya.Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporanini. Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruhrisalah-Nya.

    Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan laporanini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Bapak Bambang Hermanto, S.Pd sebagai Kepala SMK Negeri 1 Banua Lawas yang telah memberikan izin untuk melakukan kegiatan praktikum
    2. Bapak Ir. Kamiransyah Selaku Ketua Jursan Perikanan sekaligus Pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan serta arahan kepada kami
    3. Kakak kelas XII a yang sebagian Ikut membantu sekaligus mengarahkan kami juga.

    Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangandan kekeliruan di dalam laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.

    Akhir kata, Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhanahuwa Ta’ala. Semoga Laporan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya penulis dan pembaca pada umumnya. Amin…

    Banua Lawas, 13 Nopember 2012

    Penulis

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………….. i
    DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………….. ii
    BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………… 1
    1.1. Latar belakang ……………………………………………………………………. 1
    1.2. Tujuan …………………………………………………………………………………. 1
    BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………………… 2
    2.1 Ikan Mas (Cyprinus carpio) …………………………………………………… 2
    2.2 Pembenihan ……………………………………………………………………….. 2
    2.3Metode Pembenihan …………………………………………………………….. 3
    BAB III METODE PRAKTIKUM …………………………………………………………………. 4
    3.1 Waktu dan Tempat ……………………………………………………………….. 4
    3.2 Alat dan bahan …………………………………………………………………….. 4
    3.3 Tahapan kegiatan ……………………………………………………………….. 4
    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN …………………………………………………………….. 5
    4.1 HASIL ………………………………………………………………………………….. 5
    4.2 PEMBAHASAN ………………………………………………………………………. 5
    BAB V PENUTUP ………………………………………………………………………………….. 8
    5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………. 8
    5.2 Saran ………………………………………………………………………………….. 8
    DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………….. 9

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Pembenihan adalah salah satu bentuk unit pengembangan budidaya ikan. Pembenihan ini merupakan salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh danberkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.Untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu dalam jumlah yang memadai dan waktu yang tepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan indukdan larva yang dihasilkan melaluipembenihan yang baik dan berkualitas.
    Pembenihan dengan ikut campur tangan manusia atau fertilisasi buatan sudah dapat dilakukan pada berbagai jenis ikan, khususnya bagi ikan yang penjualannya tinggi di pasaran diantaranya komoditas ikan air tawar seperti lele, nila, gurami dan lain-lain. Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.
    Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Suyanto, 1991). Sehingga pemijahan ikan ini terkendala akan musim, untuk itu pemenuhan akan bibit ikan lele yang bermutu dan sesuaidengan waktu akan sulit terpenuhi. Salah satu cara mengatasi masalah di atas dapat dengan pemijahan buatan pada ikan lele. Pemijahan buatan dapat dengan pemberian hormon.
    Pemberian hormon ini akan membantu fertilisasi ikan tanpa perlu terkendala musim sehingga dapat dipijahkan kapanpun sesuai keinginan.
    Oleh karena itu praktikum tekhnologi pembenihan ikan ini sangat diperlukan untuk menambah wawasan siswa dalam mengetahui teknik-teknik dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembenihan ikan. Mulai dari seksualitas primer dan sekunder ikan, teknik pembuatan ekstraksi kelenjar hipofisa, teknik fertilisasi buatan hingga pada penanganan dan perkembangan telur.
    Hipofisa merupakan suatu kelenjar yang terletak didalam struktur bertulang (selatursika) di dasar otak. Sela tursika berfungsi sebagai pelindung hipofisa dan memberikan ruang yang sangat kecil untuk mengembang. Proses hipofisasi dapat mempercepatkematangan gonad 10 – 12 jam sebelum memijah.
    Kematangan gonad tergantung dariukuran dan bentuk Ikan. Kelenjar hipofisa menghasilkan berbagai hormon di antaranyaadalah GnRH, ACTH, TSH, FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin(Afrianto,1998). Hormon – hormon tersebut dapat di donorkan dengan cara disuntikkanpada ikan lain sehingga dapat membantu proses pemijahan buatan. Pemijahan buatantersebut mampu merangsang ikan yang telah mendapat donor hipofisa untuk melakukan pemijahan lebih cepat.Praktikum ini dilakukan pengambilan kelenjar hipofisa pada ikan mas (Cyprinuscarpio) diutamakan .
    Untuk dapat mengambil kelenjarhipofisa ikan mas dapat dilakukan dengan pembedahan pada bagian kepala. Hal inidilakukan karena kelenjar hipofisa terletak dibawah organ otak ikan.

    1.2 Tujuan
    Adapun tujuan dari praktikum diharapkan agar praktikan dapat mengambil kelenjar hipofisa yang terdapat di dalam kepala ikan preparat dengan baik dan benar serta mengawetkannya.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Ikan Mas(Cyprinus carpio)
    Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping (comprossed) dengan ukuran dan warna badan sangat beragam. Mulutnya terletak di bagian tengah ujung kepala (terminal) dan dapat disembulkan (protaktil). Dibagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Di ujung dalam mulut terdapat gigi kerongkongan (pharyngeal teeth) yang terbentuk atas tiga baris gigi geraham. Induk ikan mas bersifat non-guarders, tetapi pada beberapa spesies jantan biasa membangun sarangdan melindungi telur-telur. Ikan mas dapat ditemukan di lingkungan payau, dan air tawardan air tawar terutama Primer. Dapat hidup pada kisaran suhu 3-35 ° C, toleran terhadap berbagai kondisi, berkembang di sungai keruh besar.
    Ikan mas termasuk omnivora, makan utama berupa serangga air, krustasea, annelida, moluska, tanaman air dan ganggang. Betina yang mencapai panjang 47 cm dapat memproduksi sekitar 300.000 telur(Prihatman, 2000).

    Kingdom : Animalia
    Filum : Chordata
    Classis : Osteichthyes
    Ordo : Cypriniformes
    Familia : Cyprinidae
    Genus : Cyprinus
    Spesies :Cyprinus carpio

    Menurut Prihatman (2000) ikan mas yang mencapai kematangan gonad ditandai dengan ciri-ciri pada betina berumur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2,00 kg/ekor; pada jantan umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 1,50 kg/ekor, bentuk tubuh secara keseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat,dan tutup insang normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih.
    Ikan mas memiliki tipe sisik cykloid (lingkaran). Sirip punggungnya (dorsal) memanjang dengan bagian belakang berjari keras dan di bagian akhir (sirip ketiga dan keempat) bergerigi. Letak sirip punggung berseberangan dengan permukaan sisip perut (ventral). Sirip duburnya (anal) mempunyai ciri seperti sirip punggung, yaitu berjari kerasdan bagian akhirnya bergerigi. Garis rusuknya (linea lateralis atau gurat sisi) tergolonglengkap, berada di pertengahan tubuh dengan bentuk melintang dari tutup insang sampaike ujung belakang pangkal ekor. Ikan mas (Cyprinus carpi) merupakan ikan pemakan segala (omnivora) yang antara lain memakan serangga kecil, siput, cacing, potongan ikan,dan lain-lain (Prihatman, 2000).
    2.2. Pembuahan (Fertilisasi)
    Reproduksi pada ikan dikontrol oleh kelenjar pituitari yaitu kelenjar hipotalamus,hipofisis gonad, hal tersebut dipengaruhi oleh adanya pengaruh dari lungkungan yaitutemperatur, cahaya, cuaca yang diterima oleh reseptor dan kemudian diteruskan kesistem syaraf kemudian hipotalamus melepaskan hormon gonad yang merangsang kelenjarhipofisa yang mengontrol perkembangan dan kematangan gonad dalam pemijahan.Hormon merupakan suatu senyawa yang diekskresi oleh lelenjar endokrin dimana kelenjarendokrin adalah kelenjar buntu yang tidak memiliki saluran. Dan hormon merupakan salahsatu faktor yang mempengaruhi efektifitas pada ikan. Dosis hormon yang diberikan sangaterat kaitannya dengan efisiensi dan selanjutnya akan mempengaruhi nilai ekonomisnya, jika pemberian hormon dosisnya terlalu rendah maka akan menyebabkan proses sex reversal yang berlangsung kurang sempurna (Zairin , 2002).Fertilisasi atau pembuahan adalah proses bersatunya oosit (telur) dengan spermayang membentuk zigot. Pada proses pembuahan terjadi pencampuran inti sel telur dansperma. Kedua inti mengandung gen (pembawa sifat keturunan) sebanyak satu sel(haploid). Pembuahan (fertilisasi) dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

    a.Fertilisasi eksternal
    Persatuan sperma dengan sel telur terjadi di luar tubuh induk.Contoh: Cyprinidae, Anabantidae, Siluridae, dll. Ikan yang melakukan pembuahan di luar disebut ikan jenisovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh “si jantan”. Proses pembuahan sel telur ( oosit) oleh sel sperma berlangsung diluar tubuh ikandimana sperma memasuki sel telur melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil.Umumnya hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yangtelah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot (Sumantadinata, 1981)

    b. Fertilisasi internal
    Sel telur bersatu dengan sperma di dalam tubuh induk). Digunakan organ bantu pemijahan, seperti: gonopodium, myxopterygium, dan tenaculum. Contoh: Elasmobranchii, Anablepidae, Poecilidae. Ikan yang melakukan pembuahan di dalam disebut ikan jenisovovivipar. Ikan jenis ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Pembuahan terjadi didalam tubuh ikan betina (internal fertilization). Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina, kemudian melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan induknya. Ikan yangberkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti platy, guppy,dan molly. Kelangsungan hidup anakan memang baik, tetapi jumlah anakan yangdihasilkan setiap kelahiran tidak dapat banyak karena daya dukung induk terbatas (sepertipada halnya manusia) (Sumantadinata, 1981).

    2.3 Metode Pemijahan
    Metode pemijahan adalah suatu metode untuk Metode pemijahan dibedakan menjadi 2 macam, yaitu sttriping dan hormon.

    2.3.1 Stripping
    Stripping adalah salah satu metode pemijahan dengan cara mengurut perut induk ikan, hal ini dilakukan untuk mengeluarkan telur dan semen (cairan sperma). Strippingdibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    a.Kering
    Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama + 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air laut yang telah disaring dan disterilisasi, baru telurdipindahkan ke bak penetasan.
    b.Basah
    Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air laut yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama + 10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam bak penetasan.(Susanto, 2001)
    2.3.2 Hormon
    Berdasarkan tekniknya, pemijahan ikan dengan hormon dapat dilakukan dengan 3 macam cara yaitu:
    a.Teknik intra muscular (penyuntikan ke dalam otot)Teknik penyuntikan yang dilakukan dengan cara menyuntikan pada bagian ototpunggung atau otot batang ekor.
    b.Teknik intra peritorial (penyuntikan pada rongga perut)Teknik penyuntikan ke dalam rongga perut, lokasi penyuntikan antara kedua siripperut sebelah depan dan atau antara sirip dada sebelah depan sejajar dengan dinding perut.
    c.Teknik intra cranial (penyuntikan di kepala)Teknik penyuntikan ke dalam rongga otak melalui tulang occipital bagian yangtipis.(Hadjamulia, 1981).Dari ketiga teknik penyuntikkan yang paling umum dan mudah dilakukan adalahteknik intra muscular, karena pada bagian ini tidak merusak organ yang penting bagi ikandalam melakukan proses metabolisme seperti biasanya dan tingkat keberhasilan lebihtinggi dibandingkan dengan lainnya. Penyuntikan secara intra muscular yaitu pada 5sisik ke belakang dan 2 sisik ke bawah bagian sirip punggung ikan (Herlina, 2002).
    Ada dua metode yang biasa dilakukan dalam mengawetkan kelenjar hipofisa, yaitu:
    a.Metode kering
    Metode kering dilakukan dengan menggunakan larutan aseton. Kelenjar hipofisa direndam dalam larutan aseton selama 8-12 Jam, kemudian larutan aseton dibuang dankelenjar hipofisa dikeringkan lalau disimpan (Susanto, 2001).

    b.Metode basah
    Metode basah digunakan dengan larutan alkohol pekat. Kelenjar hipofisa dimasukan dalam larutan alkohol selama 24 jam. Dalam proses perendaman alkohol diganti selama 2-3 kali. Setelah 24 jam kelenjar hipofisa dibiarkan terendam larutan alkohol sampai akan digunakan (Susanto, 2001).
    BAB III
    METODOLOGI
    3.1 Waktu dan tempat
    Pelaksanaan kegiatan praktikum ini dilaksanakan di lab. Basah SMKN 1 Banua lawas Kecamatan banua lawas, Kabupaten Tabalong pada hari Jum’at, 09 Nopember 2012

    3.2 Alat dan bahan
    3.1.1 Alat
    Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah :
    1) Timbangan
    2) Pisau
    3) Telenan
    4) Pinset
    5) Tissue
    6) Alat penggerus
    7) Sentrifugase
    8) Spuit

    3.1.2 Bahan Bahan
    Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah ikan mas (Cyprinus carpio) 1 ekor yaitu ikan pendonor (ikan mas) dan Larutan fisiologis (NaCl 0,9 %).

    3.2 Tahapan Kegiatan
    3.2.1 Pengambilan kelenjar hipofisa.
    1) Ikan Donor ditimbang terlebih dahulu.
    Ikan donor yang dijadikan bahan pada praktikum kali ini adalah seberat 0,5 kg.

    2) Ikan donor dibunuh dengan cara memotong bagian kepalanya.
    3) Kepala yang telah terpotong diletakkan dengan posisi mulut menghadap keatas.
    4) Pemotongan berikutnya yaitu pada bagian di atas mata sedikit ke arah bagian belakang.
    5) Setelah tulang tengkorak terbukamaka akan nampak otak sedangkan kelenjar hipofisa terdapat di bawah otak dan berwarnaputih berbentuk butiran kecil.
    6) Otak diangkat, tempatnya dibersihkan dengan tissue agar bersih dari darah dan lemak.
    7) Kemudian kelenjar hipofisa tersebut diambil secara hati hati dengan pinset.Kelenjar hipofisa jangan sampai pecah

    3.2.2. Menyiapkan ekstrak hipofisa
    1) Kelenjar hipofisa diambil dengan hati hati dengan pinset dan diletakkan di tepi alat penggerus.
    2) Kemudian kelenjar hipofisa digerus dengan cara memutar-mutar alat penggerus ke lubang dasar gelas penggerus.
    3) Kemudian ditambahkan aquabidest/NaCl 1,5 ml.
    4) Ekstrak diambil dngan jarum suntik.
    5) Ekstrak dimasukkan kedalam gelas tabung.
    6) Gelas tabung disentrifuse selama 2-5 menit.
    7) Diamkan sebentar agar terbentuk dua lapisan (cairan bening dan endapan). Cairan yang bening dimabil dengan spet, cairan inilah yang akan digunakanuntuk menyuntik induk ikan mas. Penyuntikan dilakukan di bawah sirip dorsal bagian depan

    BAB IV
    HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 HASIL
    Dari kegiatan Praktikum yang dilakukan di dapatkan hasil yaitu:

    No Parameter Hasil
    1 Berat Ikan Donor 0,5 kg.
    2 Pengambilan kelanjar Hipofisa
    Berhasil mengambil kelenjar hipofisa.
    3 Pembuatan ekstrak hipofisa
    Pembuatan ekstrak hipofisa dilakukan sesuai prosedur.

    4.2 PEMBAHASAN
    Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara hipofisasi. Hipofisa adalah suatu kelenjar endokrin yang terletak dalam sella tursika, yaitu lekukan dalam tulang stenoid. Menurut Hoar (1957), hipofisa terdiri dari dua kelenjar hipofisa yaitu neuron dan adenohypofisa yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar danmemiliki tiga ruangan yaitu proximal pars distalis, rostal pars distalis, dan pars intermediaHipofisa terletak pada bagian bawah otak dan menghasilkan hormon GnRH, ACTH, TSH,FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin, Vasopresin, dan Oksitosin. Secara umum, hormon tersebut berfungsi mengatur pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, reproduksi,tingkah laku, dan homeostatis. Menurut Susanto, (2001) metode hipofisasi adalah usahauntuk memproduksi benih dengan menggunakan bantuan kelenjar hipofisa dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin.
    Praktikum ini diawali dengan cara menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Setelah itu disiapkan ikan donor. Ikan donor merupakan ikan yang nantinya diambil kelenjar hipofisanya dan didonorkan pada ikan resipien. Sedangkan ikan resipien merupakan ikan yang nantinya akan menerima suntikan hipofisa dari ikan donor.Pada praktikum ini menggunakan ikan mas (Cyprinus carpio) sebagai ikan donor. Ikan donor diambil ikan yang berjenis kelamin jantan dengan berat 0,5 kg.
    Ikan mas merupakan ikan donor universal artinya dapat digunakan secara efektif pada berbagai jenis ikan baik dalam satu famili maupun tidak satu famili.Ikan donor adalah ikan yang sengaja dikorbankan sebagai sumber gonadotropin.Hormon tersebut dihasilkan dan sengaja disimpan di kelenjar hipofisa yang terletak ditengkorak kepala di bawah otak dan berwarna putih. Kelenjar hipofisa tumbuh seiring dengan perkembangan kedewasaan ikan. Semakin besar ukuran tubuh ikan dan semakindewasa ikan maka semakin besar dan berat pula hipofisa ikan tersebut. Kelenjar hipofisa tersebut tidak dapat diidentifikasi pada ikan muda. Kelenjar hipofisa tampak jelas setelah ikan memasuki perkembangan kedewasaan. Jumlah hormon gonadotropin yang dihasilkan berfluktusi sesuai dengan tingkat kematangan gonad dan periodisasi pemijahan. Kualitas hormon gonadotropin akan turun drastis pada induk ikan yang baru saja memijah dan meningkat drastis pada induk ikan yang siap berpijah (Sugiharto, 1986).Berdasarkan perkembangan kelenjar hipofisa dan fluktuasi hormon tersebut, makasyarat ikan donor yang dipersiapkan adalah ikan mas yang telah dewasa dan matang gonad diutamakan berjenis kelamin jantan karena lebih cepat dewasa dan periodisasipemijahannya cukup pendek sehingga kualitas hormon cukup stabil setiap saat. Ikan donorsebaiknya sejenis dengan ikan resipien, sehingga dapat meminimalkan kemungkinanketidak cocokan antara hormonnya. Ukuran ikan donor harus lebih besar dari pada ikanresipien dengan perbandingan berat 2:1 atau sama 1:1.
    Ikan donor yang baik dapat ditangkap dari perairan alam maupun dari kolam pemeliharaan yang dikelola secara intensif, asalkan umurnya tidak kurang dari 1 tahun. Ikan donor yang diambil dari kolam pemelihara memiliki kelebihan karena dapat diketahui secara pasti umur ikan tersebut dan dapat dipilih ikan yang berkualitas baik. Ikan donor harus dalam kondisi sehat, tidak ada luka fisik atau cacat karena dapat menimbulkan infeksi dan penularan bibit penyakit (Sugiharto,1986).
    Persyaratan bagi ikan resipien atau ikan penerima hipofisa dari ikan lain adalah berasal dari induk jantan dan betina yang matang kelamin dan siap untuk dipijahkan. Induk resipien merupakan hasil ikan budidaya dan domestikasi. Memiliki badan sehat dan tidak cacat.(Sugiharto, 1986).
    Pengambilan hipofisa dilakukan dengan cara memasukkan jari ke dalam mulut ikan agar tidak bergerak kemudian memotong bagian kepalanya. Pemotongan ini dilakukan saat ikan masih hidup agar diperoleh kelenjar hipofisa yang segar. Pemotongan kepala inidilakukan pada bagian belakang operculum. Setelah kepala terlepas dari badan ikan, mulutikan dihadapkan ke atas dan mulai dipotong pada bagian nostril dengan arah tegak lurus kebawah (pada bagian di atas mata sedikit agak ke arah bagian belakang). Pemotongandengan arah tersebut untuk memudahkan saat kelenjar hipofisa sudah mulai terlihat. Setelah tulang tengkorak terbuka, terlihat otak yang dibawahnya terdapat kelenjar hipofisaberwarna putih dengan ukuran kecil. Otak diambil dengan menggunakan tusuk gigi atau piset yang yang berujung tumpul agar jika tidak sengaja terkena kelenjar hipofisa makakelenjar tersebut tidak pecah atau hancur. Kemudian rongga otak dibersihkan dengan menggunakan tissu supaya kelenjar hipofisanya dapat terlihat. Setelah kelenjar hipofisaterlihat, diambil dengan menggunakan pinset dan diletakkan di dalam cawan dan dibersihkan lalu dimasukkan ke dalam mortar untuk digerus.
    Pengambilan kelenjar yang digunakan untuk memicu proses pemijahan ini dilakukan pada kelenjar hipofisa karena hipofisa bersifat sangat vital pada kehidupan kelangsungan ikan. Hipofisa dapat dihasilkan berbagai hormon yang memicu terhadap sex reversalikan seperti hormon somatotropin berfungsi untuk hormone pertumbuhan badan.Kemudian prolactin yang berperan untuk mengatur kegiatan hormon-hormon sex danterakhir adalah hormon gonadotropin untuk merangsang terjadinya perubahan untuk memijah pada saat ikan siap memijah dan sudah matang kelamin (Gordon, 1982).Penggerusan ini dilakukan agar hipofisa halus serta untuk memperkecil dan memperhalus ukuran kelenjar hipofisa sehingga mudah apabila akan diinjeksikan padaikan yang siap kawin. Saat penggerusan ditambahkan aquabidest sebanyak 2 ml. Penambahan aquabidest ini digunakan sebagai larutan fisiologis sehingga bentuk sel darikelenjar hipofisa tersebut tidak rusak selain itu juga sebagai pelarut dan pengencer. Kemudian larutan kelenjar hipofisa dimasukkan ke dalam tabung reaksi menggunakan pipet tetes atau spuit supaya memudahkan pemindahan larutan hipofisa kemudian disentrifugeselama 5 menit dengan kecepatan 2500 rpm. Perlakuan ini bertujuan untuk memisahkan antara endapan dan supernatan. Setelah terpisah, larutan bening atau supernatannyadiambil dengan menggunakan spet (jarum suntik) dan disuntikkan ke dalam tubuh induk resipien.
    Menurut Sumantadinata (1981), penyuntikkan ini dilakukan pada bawah sirippunggung bagian depan merupakan area yang dekat dengan otak yang merupakan areapenerima rangsang (hipotalamus) yang juga disebut sebagai master of glands yaitu pengatur semua kelenjar. Selain itu pnyuntikkan dan tidak boleh menyuntikkan padabagian sisik karena sisik dapat terlepas dan menyebabkan ikan tersebut stres. Cara penyuntikkan dilakukan dengan cara mengangkat sedikit sisik kemudian dimasukk jarum suntik sampai menembus dagingnya. Kemudian ikan recipien ini diletakkan didalam aquarium.
    Mekanisme pemijahan dimulai dari ekstrak kelenjar hipofisa yang disuntikkan akan menimbulkan rangsangan pada hipotalamus. Rangsangan dibawa akson yang berakhir padapenonjolan tengah di dasar ventral ketiga hipotalamus. Hormon FSH dan LH bekerja merangsang perkembangan gonad dan merangsang ovulasi. FSH dan LH juga merangsang perkembangan fungsi testis. FSH meningkatkan ukuran saluran semini ferus dan LHmerangsang sel intestinum dari testis untuk memproduksi hormon kelamin jantanPembuahan ikan dilakukan di luar tubuh. Masing-masing ikan jantan dan betinamengeluarkan sperma dan ovum. Keduanya dapat dipicu dengan menggunakan teknik hipofisasi. Keberhasilan ovulasi tergantung dari keberhasilan proses pematangan akhiroosit. Oosit yang telah siap diovulasikan akan terjadi jika telah mendapat rangsanganhormon yang sesuai. Rendahnya hormon gonadotropin yang masuk dalam darah dapatmenyebabkan kemampuan hormon gonadotropin untuk mengovulasikan telur sangatterbatas (Sutisna, 2005).Kelebihan dari metode pemijahan dengan penyuntikkan hormon hipofisa adalahhormon ini dapat disimpan dalam waktu lama sampai dua tahun.

    Penggunaan hormone ini juga relative mudah (hanya membutuhkan sedikit alat dan bahan), tidak membutuhkan refrigenerator dalam penyimpanan, dosis dapat diperkirakan berdasar berat tubuh donordan resepien, adanya kemungkinan terdapat hormon hormon lain yang memiliki sifatsinergik. Kekurangan dari metode pemijahan dengan penyuntikkan hormon hipofisa adalahadanya kemungkinan terjadi reaksi imunitas (penolakan) dari dalam tubuh ikan terutama jika donor hipofisa berasal dari ikan yang berbeda jenis, adanya kemungkinan penularan penyakit, adanya hormon hormon lain yang mungkin akan merubah atau malah menghilangkan pengaruh hormon gonadotropin (Bachtiar, 2002).

    Gambar Tahapan Proses Hipofisasi

    BAB V
    KESIMPULAN

    5.1 Kesimpulan
    Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
    a. Dalam PengambIlan kelenjar Hipofisa harus dilakukan dengan hati-hati karena hipofisa sangat mudah pecah.
    b. Proses pemijahan dapat dipercepat dengan striping dan penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa atau yang sering disebut dengan metode hipofisasi.
    c. Striping dapat dilakukan dengan carapemijatan pada bagian perut ikan sedangkan hipofisasi dengan cara pengambilan kelenjarhipofisa dari ikan donor yang disuntikkan dalam tubuh ikan resipient.
    d. Kelenjar hipofisamenghasilkan hormone gonadotropin, ACTH, TSH, FSH, LH, STH, MSH, Prolaktin,Vasopresin, dan Oksitosin yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, perkembangan,metabolisme, reproduksi.
    e. Persyaratan bagi ikan donor yang digunakan harus dalm keadaandewasa dan matang gonad, memiliki berat badan dua kali lipat dari ikan resipien,diutamakan berjenis kelamin jantan, dalam kondisi sehat dan tidak terkena infeksi, danberasal dari species yang sejenis agar tidak terjadi penolakan sdalam tubuh ikan resipien.Persyaratan bagi ikan recipient yaitu dewasa dan matang gonad, siap untuk dipijahkan,berat badan yang dimiliki harus setengahnya dari berat badan ikan donor, merupakan hasilikan budidaya dan domestikasi dan memiliki badan sehat dan tidak cacat. Keberhasilanovulasi tergantung dari keberhasilan proses pematangan akhir oosit.

    5.2 Saran
    a. Ikan donor harus berukuran relative besar untuk memudahkan dalam menemukan hipofisa karena ikan yang berukuran besarpun agak sulit mencari hipofisanya.
    b. Untuk selanjutnya agar melakukan kegiatan dengan hati-hati teliti dan cermat.

    DAFTAR PUSTAKA

    Afrianto, I. dan Liviawati, E. 1998. “Beberapa Metode Budidaya Ikan”. Yogyakarta :Kanisesis (Anggota IKAPI).
    Bachtiar, Y. 2002. “Pembesaran Ikan Mas di Kolam Perkarangan”. Agromedia Pustaka :Jakarta. Hadjamulia.
    A. 1970. “Pengamatan Budidaya Ikan Merangsang Pemijahan Hormon Hypofisa”. Kontribusi Lembaga Penelitian Perikanan Darat No.19 : Bogor.
    Gordon, M.S. 1982.“Animal Physiology Principle”. Mc Millan Publishing Company:NewYork.
    Hoar , W. S. 1957. “The Endocryne Organs”. Academic Press : New York.
    MacLatchy, et al. 2011. “Fundulus Heteroclitus: Ovarian Reproductive Physiology And The Impact Of Environmental Contaminants”. Comparative Biochemistry and Physiology, Part C 154 (2011) 278
    – .287.Prihatman, Kemal. 2000.“Budidaya Ikan Mas”. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas. JakartaSugiarto. 1986. Teknik Pembenihan Ikan. CV. Simplex, Jakarta.
    Sumantadinata, K.1981. “Perkembangbiakan Ikan–Ikan Pelihara Indonesia”. Fakultas Perikanan : Bogor.
    Susanto, H. 2001. “Teknik Kawin Suntik Ikan Ekonomis”. Penebar Swadaya : Jakarta.
    Sutisna, D. H. 2005. “Pembenihan Ikan Air Tawar”. Kanisius : Yogyakarta.
    Zairin M. 2002. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan dan Betina. PenebarSwadaya, Jakarta.

  • illuminati kpop

    NB : Admin nerbitin artikel ini sebagai pengetahuan. Bukan niat menjelek-jelekkan K-Pop berhubung admin juga suka K-Pop (:
    Kochiezdeul pasti pada tau gadis satu ini, kan? Yup, dia adalah Lady Gaga (siapa yang tidak kenal doi sekarang, TV mengangkat berita Lady satu ini terus menerus).
    Konsernya akhirnya batal karena manajemen Gaga khawatir akan ada tindakan anarkis yang mungkin membahayakan sang bintang. Setiap hari kita melihat pro kontra di media baik online maupun offline. Lihat saja TV dan kalian akan melihat berita tentang Gaga. Koran, tabloid, radio, semuanya.
    Yang pro berkata dia hanya artis dengan kreativitas tingkat tinggi dan dia juga seorang humanis dll..dll..
    Yang kontra berkata dia pemuja setan.
    Tapi Lady Gaga hanya boneka Illuminati. Dia cuma salah satu dari jutaan atau lebih boneka organisasi ini.
    Illuminati adalah organisasi rahasia dengan umur berabad-abad. Cek aja di wiki dll. Mereka menguasai berbagai bidang dalam kehidupan manusia dengan atau tanpa disadari. Mulai dari Politik, ekonomi, sampai industri hiburan. Dunia hiburan adalah yang paling menarik, karena hiburan akan langsung bersentuhan dengan masyarakat umum. Mereka berkuasa dan memiliki kekayaan besar sehingga mereka ingin mengendalikan semua orang di dunia menuju satu hal yang disebut Tatanan Dunia Baru/New World Order. Cari saja di google, banyak info tentang ini. Illuminati memberikan pilihan, dengan kata lain, kalau kalian ingin sukses, ingin tetap ada di papan atas, ingin tetap menjadi yang terbaik dalam music industry, entertainment, politik, apapun…mereka harus mengikuti perintah kelompok itu. Menjadi alat atau boneka mereka.
    1. Mereka sering menggunakan simbol2. Yang paling sering digunakan adalah simbol A-ok.
    A-ok symbol ini kesannya biasa saja, cuma tanda ok, seperti Pak Bondan yang bilang mak-nyus dengan gerakan ok ala chef. Ya kalau yang itu mungkin memang biasa. Tapi ada arti lain kalau tanda a-ok itu juga dilingkarkan di mata.
    Artinya menjadi : “all seeing eye” atau mata Horus atau Horus Eye atau Mata Dewa Ra/Dewa Matahari Salah satu bait dalam Bad Romance milik Gaga
    Rah-rah-ah-ah-ah-ah!
    Roma-roma-mamaa!
    Ga-ga-ooh-la-la!
    Want your bad romance
    Apa maksudnya rah-rah…apa dia cuma bersenandung? Sepertinya itu pemujaan pada dewa Ra, dewa matahari. Jadi hati2 kalau menyanyi Bad Romance, karena siapa tahu tanpa sadar kita sudah menjadi pemuja Ra.
    Tanda ini ada dibalik mata uang USD 1. Banyak tanda Illuminati dalam mata uang AS, banyak yang tahu itu.
    Tanda ini juga berarti 666, the mark of the Beast (Kalau di Alkitab ada di Wahyu 13:18) Untuk pengetahuan saja.
    Industri hiburan Korea juga tidak luput dari pengaruh dan simbol2 Illuminati. Karena Illuminati pasti akan segera merangkul semua anak muda yang berbakat. Just like Gaga or Beyonce or Boa..
    Korea dan K-Pop atau dramanya sekarang sedang menguasai dunia, jangankan Asia. Eropa, Amerika bahkan Iran-Irak (Audienceku ada yang dari Irak, asli) dan Turki juga tergila2 dengan K-Pop atau drama Korea. Mereka akan dengan mudah menjadi alat Illuminati untuk menyebarkan pengaruhnya.
    Hampir semua anak muda dunia merasa kalau penampilan K-Pop itu cool, keren, hebat, sexy dll. Mereka jadi ikut-ikutan gaya baju, gerakan tangan, mengenakan simbol2 yang digunakan artis2 K-Pop tanpa tahu apa arti dibalik simbol2 itu. Tanpa sadar kalau sebenarnya sudah ikut menyebarkan gerakan Illuminati.
    Lee Joon dengan ok symbolnya. Terlihat salib yang ia kenakan tidak sesuai dengan gerakan tangannya. Apa mungkin Lee Joon masih dilema, antara Kristus atau Illuminati. Kalau Lady Gaga jelas, ia mengenakan salib di celananya, Gaga jelas menghina.
    2. Music Video Sixth Sense dari Brown Eyed Girls
    Tampak disana, Miryo berdiri di depan begitu banyak mike. Ia adalah pembawa pesan dari Illuminati dan berdiri di depan mansion megah milik si Penguasa. Perhatikan gaya bangunan dengan dua pilar besar di belakang, itu khas gaya Masonic.
    SS diatas gedung artinya Sixth Sense. Tapi Miryo tidak bebas, tangannya diborgol, oleh sesuatu yang tidak kelihatan. Berarti dia dikontrol oleh si Penguasa.
    Salah satu ciri Illuminati adalah Mind Controlling. Pengendalian pikiran.
    Hampir semua video klip yang mewakili Illuminati, punya urut2an sbb :

    Tokoh/artisnya pasti awalnya diperlihatkan sebagai orang yang polos atau awam. Mengenakan busana warna putih, beige, cream, atau warna cerah.
    Ada kekuatan yang memaksa si tokoh/artis untuk tunduk. Kalau di video klip Gaga ada beberapa wanita yang menyiksa Gaga.
    Akhirnya si tokoh menyerah, disimbolkan dengan berbagai macam ekspresi. Bisa gerakan tangan dll.
    Ada pengorbanan. Gaga suka membasahi bajunya dengan darah atau membawa sesuatu yang menjijikkan ke panggung, seperti potongan tubuh hewan. Ini sengaja diperlihatkan untuk menghina pengorbanan Kristus di kayu salib. Kalau di MV Brown Eyed Girl Sixth Sense, diperlihatkan Jea diikat di sebatang kayu dalam kolam, Jea disini berperan sebagai the sacrifice. Yang dikorbankan.
    Ada inisiasi, ritual okultisme, atau sex-slave. Seperti Narsha yang mengenakan kostum kucing, berperilaku seperti kucing, tampak seksi dan cute…? ini sebenarnya adalah kitten programming. Pihak Illuminati yang berkuasa senang mempermainkan orang sesuka mereka, termasuk merendahkan manusia sampai berperilaku seperti hewan, dehumanization. Atau K-Pop girls yang suka menari2 dengan seksi dan memakai baju seragam sekolah? Itu untuk memuaskan kaum berkuasa yang memiliki kelainan Pedophilia.
    Ada perlawanan. Selalu diperlihatkan ada perlawanan dalam MV mereka, mau video Brown Eyed Girls, Gaga, Beyonce dll.
    Tapi selalu gagal. The Absolute selalu menang. Bahkan dalam Sixth Sense, sang tokoh hanya melakukan perlawanan dalam pikiran mereka saja. Kenyataan-nya, mereka tetap tertawan.
    Ada perubahan warna busana. Dari putih/terang, menjadi hitam saat proses inisiasi, lalu menjadi merah saat sudah melebur dalam tubuh Illuminati. Then, they become Illuminated artists.

    Video klip SNSD yang memiliki gaya illuminati : http://kpopilluminati.blogspot.com/2011/10/snsd-boys-illuminati-girls-generation.html

    Illuminati akan mengendalikan apa yang kita makan, lihat dan apa yang kita kenakan. Mereka suka dengan program sex-slavenya, dan tentu menikmati gaya2 K-pop girls yang seksi dengan baju hanya menutupi bagian penting saja. Mereka harus seperti itu kalau mau bertahan dalam industri.
    Big Bang dengan gaya satu mata yang aneh, apa ini gaya foto yang baru? Karena ini Big Bang maka keren? Ini tanda kalau mereka ada dalam industri yang dikuasai Illuminati, jadi mau tidak mau, mereka harus mengikutinya kalau mau tetap ada di papan atas. Ini kontrak mati.
    Boa, yang akan dibuat seperti Britney Spears.
    Pose membuat segitiga dengan satu mata di dalamnya. Apa ini tren pose baru yang cute?
    3. Shinee MV – Lucifer
    It’s obvious. Jelas banget siapa yang mereka sembah. Gaya mereka yang seperti manequin hidup dengan pandangan blank. Ini sering juga ditampilkan Gaga. Dalam foto terlihat Shinee dikendalikan pikirannya dan tampak blank, sehingga mereka hanya mengikuti perintah Lucifer.
    Dalam video klip ini, perhatikan gerakan tangan semua anggota Shinee.
    Ini gerakan tangan Baphomet. Artinya, seperti yang di atas, begitu pula yang dibawah.
    Sebagai pengikut lucifer, Shinee akan melakukan apa yang dilakukan atasannya.
    Pelajari beberapa gerakan tangan ini :
    Dalam lirik lagu Lucifer, terdapat kata2 Loverholic, robotronic : Itu benar2 ciri mind-controlling yang dilakukan Illuminati. Mereka akan mengendalikan semuanya.
    Illuminati menggunakan K-pop yang sekarang sedang tren dimana-mana. K-pop juga memiliki tampilan lebih cute, lebih keren, lebih cemerlang. Kalau klip Barat memang terlihat lebih sangar. Jadi pasti orang akan lebih mudah menerima K-pop.
    Song Joong Ki juga terpaksa melakukan pose yang sudah disetujui Illuminati, karena Vogue memang terkenal sebagai bisnis yang dipengaruhi Illuminati.
    Ini movie teaser Super Junior Mr. Simple II
    Kalau semua memiliki pose yang sama, apa kita berpikir ini kebetulan dan tren baru? Ini suatu tanda, kalau dunia dikuasai satu kekutan besar yang kelak akan muncul. Sekarang mereka tidak kelihatan, hanya tanda-tandanya saja yang mulai disosialisasikan.
    4. Tanda Halo dibelakang kepala
    Selain tanda-tanda diatas, mereka juga sering menampilkan tanda Halo atau tanda yang seperti sinar terang di atas kepala. Biasa ada di lukisan orang-orang suci.
    Kenapa Donghae mengenakan t-shirt dengan gambar seperti itu? Apa dia tidak tahu artinya? atau karena dia harus mengenakannya?
    Arti t-shirt :
    Kepala Mickey mouse adalah lambang mind controlling. Walt Disney juga termasuk freemason.
    Tangan Mickey, berupa salib terbalik. Penghinaan pada Kristus. Pentagram : jelas apa artinya.
    Kepala baphomet. Biasa digunakan dalam ritual okultisme.
    2nei kelihatannya suka berpose dengan piramid ya? kebetulan kah?
    Tanda di lengannya, itu jelas tertulis : Illuminati.
    Iklan Dolce and Gabbana
    Mereka ada dimana-mana, bahkan anak-anak polos juga tanpa tahu artinya harus berpose seperti ini. Ini hanya pengetahuan aja guys, agar kita lebih waspada.

    Ulasan tentang Gaga bisa dibaca di : Vigilantcitizen

    Tentang K-pop Illuminati : kpopwatch, kpop illuminati

    Coba saja googling sendiri, k-pop illuminati, new world order, all seeing eye hand signs dll.
    Tentang All seeing eye kalian bisa membacanya sebagai pengetahuan : [1], [2], [3], [4]

    I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Secara ekonomis usaha budidaya ikan sangat menguntungkan dan juga sangat mendukung bagi pemenuhan gizi masyarakat. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat ikan, maka tingkat kebutuhan akan daging ikan semakin meningkat.
    Ketersediaan sumberdaya perairan yangluas dan sumberdaya manusia yang melimpah merupakan modal dasar untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan perikanan di Indonesia.
    Ikan mas (Cyprinus carpio) banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak, gurih dan mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1981), ikan mas mengandung protein 4,5 gram, karbohidrat 23,1 gram, dan lemak 0,2 gram. Selain itu mengandung kalori, fosfor (P) 134 mg, kalsium (Ca) 42 mg, besi (Fe) 1 mg, Vitamin B1 0,22 mg dan air sebanyak 71 mg. Tidak mengherankan bila minat masyarakat untuk mengosumsi ikan mas semakin meningkat seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat.
    Budidaya ikan mas semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat untuk di kembangkan dalam bentuk usaha, baik itu usaha pembenihan maupun pembesarannya. Ikan mas mas termasuk ikan konsumsi yang tergolong mudah dalam pemeliharaannya karena cenderung bersifat adaptif (mudah menyesuaikan diri) terhadap lingkungannya, pertumbuhannya cepat, dan tahan terhadap berbagai jenis penyakit serta mempunyai peluang usaha yang potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan.

    B. Tujuan
    Adapun tujuan daripada praktikum ini adalah sebagai berikut.
    1. Untuk mengetahui teknik pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio) yang baik dan tepat.
    2. Untuk mengetahui berbagai permasalahan dalam pengembangan dan peningkatan usaha pembenihan ikan mas.
    3. Untuk mengetahui Kesehatan Ikan
    4. Untuk mengetahui Jenis Kelamin Ikan
    5. Untuk Mengetahui Tingkat kematangan Gonad ikan

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    A. Klasifikasi Ilmiah
    Berdasarkan Taksonominya Ikan Mas dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
    Kerajaan : Animalia
    Filum : Chordata
    Kelas : Actinopterygii
    Ordo : Cypriniformes
    Familia : Cyprinidae
    Genus : Cyprinus
    Spesies : Cyprinus carpio

    B. Morfologi
    Secara morfologis, tubuh ikan mas agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak diujung tengah (terminal) dan dapat disembulkan (proktaktil), bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan mas ditutupi oleh sisik. Hanya sebagian kecil saja.ubuhnya yang tidak tertutup oleh sisik. Sisik ikan mas berukuran relatif besar dan digolongkan dalam sisik tipe sikloid. Selain itu, tubuh ikan mas juga dilengkapi dengan sirip.

    C. Habitat dan penyebaran
    Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.
    Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan Eropa dan Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.
    Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata, (1981) ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh (Ciamis) Jawa Barat pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan kakaban – subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.
    Sedangkan penyebaran ikan karper di daerah Jawa lainnya, dikemukakan terjadi pada permulaan abad ke-20, terutama sesudah terbentuk Jawatan Perikanan Darat dari “Kementrian Pertanian” (Kemakmuran) saat itu.
    Dari Jawa, ikan karper kemudian dikembangkan ke Bukittinggi (Sumatera Barat) tahun 1892. Berikutnya dikembangkan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) tahun 1895, daerah Bali Selatan (Tabanan) tahun 1903, Ende (Flores, NTT) tahun 1932 dan Sulawesi Selatan tahun 1935. Selain itu, pada tahun 1927 atas permintaan Jawatan Perikanan Darat saat itu juga mendatangkan jenis-jenis ikan karper dari Negeri Belanda, yakni jenis Galisia (karper gajah) dan kemudian tahun 1930 didatangkan lagi karper jenis Frankisia (karper kaca).
    Menurut Djoko Suseno (2000), kedua jenis karper tersebut sangat digemari oleh petani karena rasa dagingnya lebih sedap, padat, durinya sedikit dan pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ras-ras lokal yang sudah berkembang di Indonesia sebelumnya.

    D. Kebiasaan makan
    Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

    E. Perkembangbiakan
    Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma). Sebenarnya pemijahan ikan mas dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan mas Bering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air.
    Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.
    Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Embrio akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh spermatozoa.
    Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. Larva ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg.
    Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.
    Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi burayak yang berukuran 1-3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi putihan (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi gelondongan yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.
    Gelondongan akan tumbuh terus menjadi induk. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.

    F. Jenis-jenis Ikan Mas (Karper)
    Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di daerah lain, jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya. Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun.
    Dari beberapa jenis ikan mas yang telah dikenal masyarakat, varietas majalaya termasuk jenis unggul. Buktinya, varietas ini telah dilepas oleh Menteri Pertanian tahun 1999 dalam rangka HUT ke-25 Badan Litbang Pertanian.
    Jenis-jenis ikan mas secara umum dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni ikan mas konsumsi dan ikan mas hias. Jenis ikan mas konsumsi adalah jenis-jenis ikan mas yang dikonsumsi atau dimakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang berasal dari hewan. Sementara itu, jenis ikan mas hias umumnya digunakan untuk memenuhi kepuasan batin atau untuk hiasan (pajangan) dan dipelihara di kolam-kolam taman atau akuarium.

    A. Ikan Mas Konsumsi
    1. Ikan Mas Punten
    Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.
    2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
    Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
    Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
    Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.
    3. Ikan Mas Taiwan
    Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.
    4. Ikan Mas Merah
    Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.
    5. Ikan Mas Majalaya
    Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
    Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
    Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
    5. Ikan Mas Yamato
    Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang.
    6. Ikan Mas Lokal
    Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.
    Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.

    B. Ikan Mas Hias
    Jenis-jenis ikan mas yang digolongkan ke dalam kelompok ikan mas hias sebagai berikut.
    1. Ikan Mas Kumpay
    Ciri yang menonjol dari ikan mas kumpay adalah semua siripnya panjang dan berumbai sehingga tampak indah ketika sedang bergerak. Warna sisiknya sangat bervariasi, ada yang putih, kuning, merah, dan hijau gelap. Bentuk badannya memanjang seperti ikan mas sinyonya. Pertumbuhannya tergolong lambat. Kadang-kadang, ikan mas ini juga dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi.
    2. Ikan Mas Kancra Domas
    Bentuk tubuhnya memanjang. Gerakannya mirip ikan mas taiwan, yakni selalu aktif dan kurang jinak. Sisiknya berukuran kecil dan susunannya tidak beraturan. Warna sisiknya bervariasi, ada yang biru, cokelat, atau hijau. Sisik punggungnya berwarna gelap. Semakin ke arah perut, warnanya semakin terang keperakan atau keemasan.
    3. Ikan Mas Kaca
    Ciri khas ikan ini adalah sebagian tubuhnya tidak tertutup sisik. Bagian yang tidak tertutup sisik sepintas tampak bening, mirip kaca. Di sepanjang gurat sisi (linea lateralis) dan di sekitar pangkal siripnya terdapat sisik berwarna putih mengilap. Sisik tersebut berukuran besar dan tidak seragam.
    4. Ikan Mas Fancy
    Bentuk tubuh ikan mas ini memanjang. Sisiknya berwarna putih, kuning, dan merah. Pada tubuhnya terdapat totol-totol berwarna hitam. Karena warnanya yang bermacam-macam itulah ikan mas ini disebut fancy.
    5. Ikan Mas Koi
    Ikan mas koi atau yang lebih populer disebut koi (saja) ini berasal dari Jepang. Mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980. Bentuk badannya bulat memanjang. Warna sisiknya beragam, ada putih, kuning, merah menyala, hitam, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.
    Hobiis ikan mas umumnya menyukai ikan koi jenis bastar karena warna dan pola totolnya yang indah dan menarik. Ikan koi disukai hobiis karena gerakannya lambat dan cukup jinak.
    Ikan koi memiliki beragam nama yang disesuaikan dengan pola dan warna tubuhnya, misalnya platinum nishikigoi, shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku nishikigoi, dan taishusanshoku nishikigoi.

    III. METODE PRAKTIKUM

    A. Waktu dan Tempat Praktikum
    Kegiatan Praktikum Seleksi Induk Ikan Mas Yang siap Memijah Ikan dilaksanakan pada hari Jumat, 05 Oktober 2012, pukul 08.00–selesai di Tempat Bapak Ir. Kamiransyah di Kec. Pugaan.

    B. Alat dan Bahan
    Alat dan Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
    – Serok
    – Ikan mas Jantan dan Betina

    C. Prosedur kegiatan
    – Siswa Turun Langsung Ke Keramba Induk Ikan Mas
    – Amati ciri-ciri Induk Ikan Mas
    – Tangkap ikan mas (Jantan/ Betina yang telah damati) dengan serok
    – Angkat ikan mas, lalu amati Tingkat kematangan Gonad Ikan
    – Setelah Mengamati ikan, lepaskan kembali ikan

    IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. HASIL

    Dari Kegiatan Praktikum Dapat diketahui bahwa ciri-ciri induk ikan mas yang siap memijah adalah:
    a) Betina
    • Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.
    • Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
    • Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
    b) Jantan
    • Badan tampak langsing.
    • Gerakan lincah dan gesit.
    • Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

    B. PEMBAHASAN
    1. Memilih calon induk ikan mas
    Keberhasilan usaha budidaya ikan dipengaruhi kesediaan benih ikan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Untk menghasilan banih ikan yang berkualitasbaik, harus tersedia induk yang baik pula. Selain itu untuk menghasilkan benih dalam jumlah cukup induk ikan yang berkualitas baik biasanya memeiliki kemampuan meghasilkan telur yang relatif banyak. Umumnya fekunditas induk ikan mas adalah 15-20% dari berat tubuh.
    Pemilihan calon induk ikan dilakukan sejak ikan berukuran benih. Pemilihan calon induk tersebut didasarkan pada ikan yang pertumbuhannya lebih cepat dan memilki morfologi normal. Benih yang sudah terpilih dipelihara pada kolam yang terpisah dari ikan lainnya. Selanjutnya calon induk ikan tersebut dipilih secara berthap, sehingga jumlah dan kualitas calon induk sesuai dengan yang diinginkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan calon induk ikan adalah antara calon induk betina dengan calon induk jantan tidak boleh berasal dari satuketurunan.
    Ciri-ciri calon induk ikan mas yang baik:
    – Dalam keadaan sehat dan tidak cacat
    – Memiliki sisik yang tersebar teratur dan berukuran relatif besar
    – Pada bagian tubuh tidak terdapat luka
    – Pangkal ekor relatif lebar dan terlihat kokoh
    – Tubuh relatif panjang
    – Perut relatif lebar dan datar
    – Tubuh tidak keas dan tidak lembek
    – Kepala relatif kecil
    – Punggung relatif tinggi
    Untuk memperoleh calon induk ikan mas, seleksi dilakukan sejak ikan masih berukuran 5-8 cm atau 8-12 cm. Calon induk yang dipelihara tersebut dipelihara secara terpisah dari ikanmas lainnya. Selanjutnya, setelah ikan cukup besar dilakukan seleksi lagi berdasarkan ciri-ciri sekunder.
    Ciri-ciri induk ikan mas yang baik
    a. Jantan
    – Sehat dan tidak terdapat cacat
    – Sisik teratur
    – Gerakan lincah
    – Lubang kelamin tidak menonjol

    b. Betina
    – Kepala relatif kecil dan bentuknya agak meruncing
    – Badan tebal dan berpunggung tingi
    – Sisik teratur rapi
    – Sirip dada halus
    – Batang ekor lebar dengan sirip ekor lebih terbuka

    Kriteria calon induk ikan mas
    Betina Jantan
    – Sirip dada relatif pendek, lunak dan jari-jari luar tipis
    – Lapisan dalam sirip dada licin
    – Badan bagian perut melebar
    – Tubuh lebih tebal dibandingkan ikan jantan
    – Lubang kelamin menonjol – Sirip dada relatif panjang dan jari-jari luar tebal
    – Lapisan dalam sirip dada kasar
    – Badan bagian perut tidak melebar
    – Tubuh lebih tinggi dan ramping dibanding ikan betina
    – Lubang kelamin tidak menonjol

    2. Menentukan induk ikan mas yang siap memijah
    Untuk menentukan induk ikan mas yang siap memijah terlebih dahulu harus mengetahui ciri seks primer dan sekunder. Ciri seks primer ikan dapat diketahui dengan melihat alat kelaminnya. Sedangkan ciri seks sekunder ikan dapat diketahui dengan melihat perubahan warna, sirip, sisik, bentuk kepala dan gerakannya.
    Pemilihan induk yang siap memijah bertujuan untuk memperoleh ikan yang sehat, mengetahui jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad ikan

    Tingkat Kematangan Gonad.
    Tingkat kematangan gonad adalah tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan setelah ikan itu memijah. Penentuan tingkat kematangan gonad pada ikan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu penelitian mikroskofik dengan mengamati pertumbuhan sel – sel gonad dan penentuan berdasarkan keadaan dan ukuran gonad.
    Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad dapat dilihat dari beberapa parameter sebagai berikut :
    BETINA JANTAN
    – Bentuk ovarium – Bentuk testes
    – Besar Kecilnya Ovarium – Besar Kecilnya testes
    – Pengisian ovarium dalam rongga tubuh – Pengisian testes dalam rongga tubuh
    – Warna ovarium – Warna testes
    – Halus tidaknya ovarium – Keluar tidaknya cairan dari testes
    – Ukuran telur dalam ovarium.
    – Kejelasan bentuk dan warna telur.
    – Ukuran garis tengah telur

    Sedangkan untuk menentukan tingkat kematangan gonad parameter yang digunakan adalah sebagai berikut :

    a. TKG Pada Jantan.
    • Belia: Tempat sperma bening seperti cuka, tidak berwarna keabuan.
    • Belia Berkembang: Tempat sperma keruh, tembus cahaya, merah, keabuan dan kecil.
    • Perkembangan I: Tempat sperma tidak tembus cahaya, kemerahan, kaya permbuluh darah.
    • Perkembangan II: Tempat sperma putih hingga putih kemerahan dan puncak pembentukan sperma.
    • Berentang: Tempat sperma tidak tembus cahaya, jika ditekan akan keluar testes yang liat dan sperma telah bsempurna.
    • Matang sipa pijah: Tempat sperma tidak tembus cahaya, berwarna putih,jika ditekan mengalir seperti susu, terjadi puncak tingkatan masak sperma.
    • Setengah Terpijah: Tempat sperma tidak tembus cahaya, berwarna sedikit kemerahan kalau ditekan spermannya akan keluar.
    • Terpijah: Tempat sperma merah tua hingga abu – abu kemerahan, tidak ada sperma lagi, kaya pembuluh darah, lambat laun kembaqli seperti pada tingkat belia.

    b. TKG Pada Betina.
    • Dara: Ovarium sangat kecil dan terletak dibawah tulang punggung, tidak berwarna sampai abu – abu transparan, butir – butir telur tidak terlihat dengan mata biasa.
    • Dara Berkembang: Ovarium jernih sampai abu – abu kemerahan, butir telur dapat terlihat menggunakan kaca pembesar.
    • Perkembangan I: Ovarium berbentuk bulat telur, warna kemerahan, butir – butir telur mirip serbuk putih.
    • Perkembangan II: Ovarium berwarna orange kemerahan.
    • Bunting: Ovarium mengisi penuh ruangan rongga bawah, telur bulat dan jernih.
    • Mijah: Telur keluar jika ditekan perutnya, kebanyakan telur jernih.
    • Mijah Salin:Ovarium belum kosong sama sekali
    • Mijah Salin: Ovarium kosong sama sekali
    • Pulih Salin: Ovarium jernih sampai abu – abu kemerahan.

    3. Pemijahan

    1. Persyaratan Budi Daya Ikan Mas

    Di alam aslinya ikan mas hidup di perairan sungai, danau maupun genangan air lainnya yang berada pada ketinggian 150-600m dpl, dengan suhu air berkisar 20 derajat sampai 25 derajat celcius. Ikan mas termasuk hewan Omnnivora atau pemakan segala sehingga di alam makanan Ikan mas berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada modelbudidaya ikan mas lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.
    Model budidaya ikan mas bisa dipelihara dalam Kantong Jaring Apung, Kolam air deras, kolam tanah, kolam beton dan lain-lain tergantung ketersediaan lokasi. Makanan dalam budidaya ikan mas juga bermacam-macam mulai dari pemberian pakan alami sampai pemberian pelet buatan pabrik. Yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada media untuk budidaya ikan mas seperti PH air yang harus berada pada kisaran 7-8, kandungan oksigen terlarut yang cukup dan bebas dari kandungan zat kimia berbahaya.

    2. Model Budi Daya Ikan Mas

    Peluang usaha budidaya ikan mas dapat dipilih sesuai kondisi dan keinginan. Ada beberapa peluang usaha dalam budidaya ikan mas ini yaitu pembibitan dan pembesaran ikan mas untuk keperluan konsumsi.
    1. Usaha Pembibitan Ikan Mas
    Pembibitan ikan mas memiliki prospek yang cukup cerah, karena perputaran modal yang cukup cepat. Penyediaan bibit ikan mas dimulai dari burayak ikan mas baru saja menetas, burayak usia sekitar satu bulan, burayak usia dua bulan. Pada setiap usia ikan mas memiliki potensi ekonomi.

    Persiapan induk Ikan Mas
    Induk ikan mas yang akan dipijahkan dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan ikan mas sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari. Ikan Mas betina yang diseleksi sudah dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 – 2 tahun dengan bobot >2 kg. Sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dengan bobot > 0,5 kg. Untuk membedakan jantan dan betina dapat dilakukan dengan jalan mengurut perut kearah ekor. Jika keluar cairan putih dari lubang kelamin, maka ikan mas tersebut jantan.

    Ciri-ciri ikan mas betina yang siap pijah atau matang gonad adalah:
    – Pergerakan ikan lamban
    – Pada malam hari sering meloncat-loncat
    – Perut membesar/buncit ke arah belakang dan jika diraba terasa lunak
    – Lubang anus agak membengkak/menonjol dan berwarna kemerahan
    Sedangkan ciri-ciri untuk ikan mas jantan gerakan lincah dan mengeluarkan cairan berwarna putih (sperma) dari lubang kelamin bila dipijit.

    Pemijahan Ikan Mas
    Untuk keberhasilan pemijahan ikan mas, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi sesuai dengan kebiasaan berkembang biaknya. Ikan mas menghendaki air yang selalu barn untuk merangsang pemijahannya. Selain itu, harus selalu disediakan alat penempel telur setiap kali memijahkannya karena sifat telur ikan mas yang menempel.

    1. Konstruksi kolam
    Kolam harus dibuat agar sirkulasi air dapat berjalan dengan lancar. Amara pintu air pemasukan dan pengeluaran terletak di sudut kolam berseberangan sehingga memungkinkan pergantian air pada seluruh bagian. Pintu pemasukan air harus selalu terletak di atas permukaan air tertinggi di kolam pemijahan itu sehingga pemasukan air mengocor. Hal ini bertujuan agar terjadi penambahan kandungan oksigen dalam air secara difusi. Sementara pintu pengeluaran air harus dibuat dengan sistem monik ataupun sifon yang memungkinkan air bagian bawah yang berkualitas kurang baik bersama kotoran-kotoran dapat terhanyut seluruhnya.
    Fungsi kolam pemijahan ikan mas ini hanya sebagai tempat mem*pertemukan induk jantan betina sehingga dapat dibuat dengan ukuran yang kecil, misalnya 3 m x 10 m atau 6 m x 10 m. Kolam pemijahan ini harus dibuat pada tanah yang keras, tetapi bukan merupakan cadas hidup. Hal ini untuk menghindari pengikisan pematang oleh aliran air dan teraduknya Lumpur dasar bila kolam terisi air nantinya.
    Dengan adanyalumpur yang melekat pada alat penempel telur, akan mengganggu daya tetas telur ikan tersebut karena lumpur akan menutupi dan menghambat pernapasan telur ikan tersebut.
    Dasar kolam yang terdiri dari tanah lunak yang cukup tebal akan menyebabkan pengeluaran air terganggu bila digali terlalu dalam karena dasar kolam lebih rendah dibandingkan pintu pengeluaran air. Dasar kolam ini dapat dilapisi dengan kerikil yang agak tebal. Dengan kolam yang tidak berlumpur, diharapkan pengeringan kolam dapat berjalan dengan lancar sehingga kegiatan pemijahan ikan mas ini tidak terhambat. Manipulasi lingkungan seperti pengeringan biasanya dilakukan setiap akan melakukan pemijahan.
    Bila kolam sudah memenuhi syarat, usahakan kolam pemijahan selalu mendapatkan air segar pertama kali atau belum digunakan oleh kolam lain. Kolam ini harus terletak di bagian atas dari unit kolam yang ada. Tentunya hal ini harus direncanakan sejak perencanaan pembuatan kolam pertama kali. Bila air yang masuk ke dalam unit perkolaman tersebut cukup banyak mengandung lumpur maka harus dibuat kolam pengen*dapan dan sekaligus dengan bak saringan atau filter.

    2. Persiapan kolam
    Sebelum pemijahan, biasanya kolam dikeringkan dan dijemur selama 2-3 hari bila panasnya terik. Namun, bila matahari sering tertutup awan, lamanya penjemuran kolam ini harus ditambahkan hingga 5-7 hari.
    Penjemuran kolam untuk ikan mas mutlak dilakukan. Dengan cara ini, akan timbul bau ampo atau sangit sehingga begitu dialirkan air baru, ikan terangsang untuk memijah. Bagaimana bila kolam tersebut tidak bisa kering? Musim hujan, misalnya, apakah mungkin diharapkan keber*hasilan pemijahan ikan ini? Namun, masalah ini akan menjadi sederhana bila mau belajar dari alam. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pengeringan dan penjemuran kolam ini. Pertama dengan melakukan pembakaran merang padi atau daun pisang kering yang asapnya diusahakan masuk ke dasar kolam maupun pematang. Semakin banyak daun pisang atau padi yang dibakar, akan semakin menjamin keberhasilan usaha penipuan terhadap ikan mas.
    Cara kedua dengan melapisi dasar kolam yang tidak kering ini dengan tanah yang berasal dari kolong rumah. Cara ini tentunya dapat dilaksanakan pada daerah-daerah yang masyarakatnya mempunyai rumah panggung. Tanah dari kolong rumah ini dipindahkan ke kolam pemijahan. Dengan kedua cara tersebut dapatlah kiranya dijadikan jalan keluar bila akan memijahkan ikan pada saat matahari sukar terlihat.
    Setelah kolam dijemur, air dimasukkan ke dalam kolam dengan terlebih dahulu melewati saringan yang dipasang pada pintu pemasukan. Pintu pengeluaran (monik dan sifon) diatur sedemikian rupa sehingga tinggi air konstan, 75 cm di pintu pengeluaran air. Kemudian, kakaban dipasang di atas sebatang bambu yang utuh agar dapat terapung. Kakaban ini terbuat dari ijuk yang harus direntang sedemikian rupa sehingga lebarnya 40 cm. Panjang kakaban ini biasanya berkisar 1,5-2 m. Kakaban dijepit dan dipaku pada bilah bambu. Kakaban yang disusun di atas bambu utuh ini kemudian dijepit lagi dengan bambu belch agar tidak berantakan bila ikan mas memijah.

    3. Pemijahan
    Setelah kolam pemijahan siap, induk ikan yang sudah diseleksi dimasukkan ke dalam kolam pemijahan pada pukul 10.00. Beberapa petani memasukkan induk Setelah kolam dipasang kakaban. Namun, tidak jarang pemasangan kakaban ini dilakukan sesudah induk dimasukkan.
    Induk jantan dapat siap setiap scat, sedangkan induk betina mem*butuhkan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum siap dipakai lagi. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang sering dilaksanakan biasanya perbandingan berat 1 : 1.
    Dalam proses pemijahan ikan mas, ikan dirangsang dengan cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan ini memijah secara alami atau dengan rangsangan hormon. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemijahan ikan mas adalah :
    o Mencuci dan mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam)
    o Mengisi wadah pemijahan dengan air setinggi 75-100 cm
    o Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak atau di kolam dengan ukuran 4 x 3 x 1 meter. Hapa dilengkapi dengan pemberat agar tidak mengambang.
    o Memasang kakaban di tempat pemihajan (dalam hapa). Kakaban dapat berupa ijuk yangdijepit bambu/papan dengan ukuran 1,5 x 0,4 m.
    o Memasukkan induk Ikan Mas jantan dan betina siap pijah. Jumlah induk Ikan Mas betina yang dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih dan luas kolam yang akan digunakan dalam pendederan. Satu Induk Ikan Mas betina dipasangkan dengan 2 atau tiga ikan mas jantan atau bahkan lebih tergantung bobot indukan betina.
    o Mengangkat induk yang memijah dan memindahkannnya ke kolam pemeliharaan induk.
    Setelah telur berusia kurang lebih 4 hari maka telur ikan mas akan menetas menjadi larva , beberapa saat setelah menetas larva masih mendapatkan suplai makanan cadangan dari telur, setelah itu perlu diberi makanan tambahan berupa pelet untuk larva, kutu air atau kuning telur rebus. Setelah kurang lebih lima hari larva ikan mas siap ditebar di kolam pembenihan.

    Oleh karena matang kelamin induk jantan lebih cepat dibandingkan induk betina, biasanya untuk seekor induk betina dibutuhkan beberapa ekor induk jantan. Bila jumlah induk jantan ini tidak sesuai dengan induk betina, dikhawatirkan banyak telur yang tidak terbuahi karena kekurangan sperma. Oleh karenanya, bila induk betina yang akan dipijahkan seberat 3 kg, harus diimbangi dengan jantan seberat 3 kg juga meskipun mungkin jumlahnya 3-4 ekor. Untuk menjaga agar telur tidak banyak yang ter atuh, kakaban yang dipasang haruslah cukup.
    Sebagai standar, digunakan 5-8 kakaban yang masih bagus untuk setiap kg induk betina. Jumlah itu akan membengkak menjadi 10-15 kakaban bila kakabannya rusak. Oleh karena itu, untuk 5 kg induk betina yang dipijahkan, harus disediakan kakaban terpasang sebanyak 25-40 buah.
    Bila persiapan telah dilakukan dengan matang dan pergantian air berjalan dengan normal maka pada pukul 24-00 biasanya induk ikan mas ini mulai memijah. Biasanya, tanda-tanda pemijahan sudah terjadi sekitar pukul 20.00-22.00 yaitu adanya aktivitas ikan jantan yang mengejar ngejar induk betina.
    Sesekali akan terdengar suara berkecipak karena induk betina ini menyembul ke permukaan air. Induk betina yang dikejar*kejar biasanya akan lebih sering melewati air di bawah kakaban, terkadang malah menyembul dari bawah kakaban.
    Setelah puas berkejar-kejaran, induk betina ini akan mengeluarkan telur-telurnya di bawah kakaban. Telur tersebut langsung disemprot dengan sperma induk jantan. Induk tersebut melakukan penijahan tetap dalam posisi berkejar-kejaran.
    Telur-telur akan dengan mudah terlihat menempel di kakaban karena warna telur ini kuning cerah. Ada telur yang menggerombol dalam kakaban tersebut, ada pula yang merata, tidak bertumpuk. Bila kakaban telah terisi penuh oleh telur, sedangkan ikan-ikan tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti sebaiknya kakaban diangkat dan diganti dengan yang barn. Setelah selesai memijah, ikan harus cepat diangkat untuk dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk karena sering kali induk akan memakan telur-telurnya sendiri.

    4. Penetasan Telur
    Telur-telur kemudian ditetaskan dalam hapa, yaitu kantong berbentuk balok dengan ukuran 1 M X 1 M X 2 m yang terbuat dari kain trilin. Hapa ini direntangkan dalam kolam pemijahan atau kolam lain dengan patok bambu pada bagian tengah dan menempel pematang di bagian pinggirnya.

    Banyaknya hapa disesuaikan dengan jumlah kakaban yang ada telurnya. Kakaban tersebut diatur di atas bambu batangan sepanjang 2 m. Di atas kakaban dipasang bambu belah yang berada di kiri-kanan bambu pertama yang dipasang di bawah kakaban. Kemudian, di atas bambu belah ini ditempatkan gedebok pisang untuk menenggelamkan kakaban lebih kurang 10 cm.
    Pada saat penetasan telur, aliran air dijaga tetap stabil dan jangan sampai berhenti karena telur-telur tersebut membutuhkan air yang kaya oksigen dan stabil suhunya. Setelah 2 hari, telur akan mulai menetas. Penetasan biasanya tidak berlangsung sekaligus tetapi bertahap, sesuai dengan pengeluaran telurnya.

    Larva ikan yang barn menetas belum membutuhkan pakan tambahan dari luar karena masih menyimpan pakan dalam tubuhnya berupa kuning telur (yolk sack). Selama memakan kuning telurnya, alat-alat pencernaan benih muda ini akan terbentuk sempurna sehingga siap menerima pakan dari luar. Namun, bukan berarti benih ini dapat diberi pakan sembarangan. Pakan yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, pakan yang paling cocok bagi benih yang telah habis kuning telurnya adalah plankton yang diperoleh dengan pemupukan dasar kolam.

    Dalam proses pemijahan ikan mas, ikan dirangsang dengan cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan ini memijah secara alami atau dengan rangsangan hormon. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pemijahan ikan mas adalah :
    o Mencuci dan mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam)
    o Mengisi wadah pemijahan dengan air setinggi 75-100 cm
    o Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak atau di kolam dengan ukuran 4 x 3 x 1 meter. Hapa dilengkapi dengan pemberat agar tidak mengambang.
    o Memasang kakaban di tempat pemihajan (dalam hapa). Kakaban dapat berupa ijuk yangdijepit bambu/papan dengan ukuran 1,5 x 0,4 m.
    o Memasukkan induk Ikan Mas jantan dan betina siap pijah. Jumlah induk Ikan Mas betina yang dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih dan luas kolam yang akan digunakan dalam pendederan. Satu Induk Ikan Mas betina dipasangkan dengan 2 atau tiga ikan mas jantan atau bahkan lebih tergantung bobot indukan betina.
    o Mengangkat induk yang memijah dan memindahkannnya ke kolam pemeliharaan induk.
    Setelah telur berusia kurang lebih 4 hari maka telur ikan mas akan menetas menjadi larva , beberapa saat setelah menetas larva masih mendapatkan suplai makanan cadangan dari telur, setelah itu perlu diberi makanan tambahan berupa pelet untuk larva, kutu air atau kuning telur rebus. Setelah kurang lebih lima hari larva ikan mas siap ditebar di kolam pembenihan.

    5. Pendederan Ikan Mas
    Setelah larva cukup kuat saatnya untuk melakukan pendederan ikan mas, bisasanya dilakukan pada kolam lumpur atau sawah meski bisa juga dilakukan pada kolam semen. Persiapan kolam tanah adalah dengan meratakan tanah dasarnya, tebarkan 10 – 15 karung kotoran ayam, isi air setinggi kurang lebih 40 cm dan rendam selama 5 hari tanpa aliran air. Hal ini dimaksudkan agar plankton dan sumber makanan alami ikan mas tumbuh di kolam pendederan. Untuk ukuran kolam lumpur 100 m2 tebar 100.000 ekor larva pada pagi hari, berikan makanan tambahan berupa tepung pelet atau pelet yang telah direndam. Pada usia telah mencapai 3 minggu bibit ikan mas siap dipanen, untuk dijual atau dipelihara kembali pada kolam berbeda. Hal yang sama dilakukan untuk membesarkan benih ikan mas pada ukuran yang lebih besar, hanya saja kepadatan ikan perlu dikurangi.

    2. Usaha pembesaran Ikan Mas
    Usaha pembesaran ikan mas merupakan upaya memenuhi kebutuhan permintaan ikan mas konsumsi, ikan mas konsumsi bisa bervariasi mulai ukuran 300 gram sampai 1 kg. Usaha pembesaran ini bisa dilakukan di Kolam Lumpur, Keramba Jaring apung atau Kolam Air Deras.

    Pembesaran Ikan Mas di Keramba Jaring Apung
    Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam keramba Jaring Apung yang biasa dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring dalam suatu perairan akan sangat menunjang berhasilnya proses produksi. Beberapa karakteristik perairan yang tepat antara lain adalah air bergerak dengan arus terbesar, tetapi bukan arus kuat, Penempatan jaring dapat dipasang sejajar dengan arah angin, badan air cukup besar dan luas sehingga dapat menjamin stabilitas kualitas air, kedalaman air minimal dapat mencapai jarak antara dasar jaring dengan dasar perairan 1,0 meter, kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 270C sampai 300C, oksigen terlarut tidak kurang dari 4,0 mg/l, dan kecerahan tidak kurang dari 80 cm.

    Usaha Pembesaran Ikan Mas Di Kolam Air Deras
    Pemeliharaan ikan mas di kolam air deras harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain lokasi dekat dengan sumber air (sungai, irigasi, dan lain-lain) dengan topografi yang memungkinkan air kolam dapat dikeringkan dengan cara gravitasi, kualitas air yang digunakan berkualitas baik dan tidak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) dan dengan debit air minimal 100 liter permenit.
    Bentuk kolam air deras bermacam macam tergantung kondisi lahan, bisa segitiga, bulat maupun oval. Ukurannya bervariasi disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan pembiayaan. Umumnya KAD berukuran 10-100 m 2 dengan kedalaman rata-rata 1,0 – 1,5 meter. Dinding kolam tidak terkikis oleh aliran air dan aktivitas ikan. Oleh karena itu harus berkontruksi tembok atau lapis papan. Dasar kolam harus memungkinkan tidak daerah mati aliran (tempat dimana kotoran mengendap). Oleh karena itu kemiringan kolam harus sesuai (sekitar 2 – 5 %). Padat tebar ikan ukuran 75 -150 gram/ ekor sebanyak 10 – 15 kg /m3 air kolam. Dosis pakan yang diberikan sebanyak 4% bobot biomass /hari. Frekuensi pemberiannya 3 kali/hari. Satu unit Keramba Jaring Apung minimal terdiri dari kantong jaring dan kerangka jaring. Dimensi unit jaring berbentuk persegi empat dengan ukuran kantong jaring 7 x 7 x 3 M3 atau 6 x 6 x 3 M3. Satu unit Keramba Jaring Apung terdiri empat set kantong dan satu set terdiri dari dua lapis kantong Bagian badan kantong jaring yang masuk kedalam air 2,0 sampai 2,5 meter. Kerangka jaring terbuat dapat dibuat dari besi atau bambu dan pelampung berupa steerofoam atau drum. Bahan kantong jaring berasal dari benang Polietilena. Frekuensi pemberian pakan minimal dua kali per hari. Sedangkan cara pemberian pakan agar efektif disarankan menggunakan Feeding Frame yang dapat dibuat dari waring dengan mesh size 2,0 mm berbentuk persegi empat seluas 1,0 smpai 2,0 m2. Alat ini di pasang di dalam badan air kantong jaring pada kedalaman 30 sampai 50 cm dari permukaan air. Dengan penebaran bibit seberat 300 kg dalam waktu 3 bulan akan menghasilkan ikan mas konsumsi 1.5 sampai 2 ton.

    Usaha Pembesaran Ikan Mas Di Kolam Lumpur
    Jika tidak memungkinkan dibesarkan pada jaring apung atau air deras ikan mas bisa dibesarkan di kolam tanah. Kolam ukuran 1.000 m2, diolah, dan ditebarkan kotoran ayam kemudian diisi air setinggi 60 cm dan rendam selama kurang lebih 5 hari. Benih ikan mas seberat 100 kg dimasukkan ke dalam kolam, beri pakan 3 sampai persen dari berat benih ikan mas setiap hari, panen dapat dilakukan panen setelah 3 bulan. Dengan model pemeliharaan seperti ini kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi sebanyak 400 – 500 kg.

    V. PENUTUP

    A. KESIMPULAN

    Dari Laporan diatas Diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
    1. Ikan mas dapat dipijahkan secara alamai, dan juga dapat dipijahkan secara semi buatan melalui hormon rangsangan.
    2. Ikan mas baiknya dipijahkan pada ukuran 500 – 1 kg jantan umur 6-8 bulan dan betina ukuran 2 – 4 kg dengan umur 1,5 – 2 tahun.
    3. Pemijahan semi alami merupakan salah satu tehnik pemijahan yang dilakukan dengan menggunakan hormone ovavrim (perangsang)
    4. Perbandingan jantan dan betina pada pemijahan semi alami menggunakan 3:1 yaitu 3 kg jantan dan 1 kg betina.
    5. Larva yang dihasilkan dalam 1 kali pemijahan dapat mencapai 50.000 – 100.000 ekor/kg induk betina.
    6. Pendederan adalah kelanjutan pemeliharaan benih ikan mas dari hasil kegiatan pembenihan untuk mencapai ukuran tertentu yang siap dibesarkan.
    7. Pemanenan dilakukan pada pagi hari hal ini dilakukan untuk menghidari terik matahari.

    B. SARAN
    1. Sebaiknya sebelum melakukan pemijahan pemijahan induk harus ditangani benar-benar agar induk jangan sampai stress.
    2. Apabila induk ikan mas telah memijah segeralah angkat kakaban, agar induk tidak memakan telurnya yang ada di kakaban

    Sebelum menuju langkah pembuatan, saya sarankan sobat menggunakan Aplikasi OperaMini, minimal versi 4.3 tapi lebih bagus lagi versi 5.1 atau 6.1 Berikut Langkah-langkahnya : 1. Buka OperaMini dan Login terlebih dahulu pada akun Facebook sobat. 2. Setelah masuk, ketik dan tuju alamat http:// http://www.facebook.com/pages/ create.php 3. Pilih Kategori Halaman (terserah) karena nanti Kategori ini dapat di ubah lagi setelah Halaman/Fan Page sobat jadi. 4. Beri nama Fan Page/Halaman yang akan sobat buat, contoh: BlogMob 5. Klik Mulai 6. Jangan lupa edit Fan Page seperti Foto Profile, Info, dll yang dapat sobat lakukan dengan mengikuti panduan dari Facebook yang muncul di pages yang baru sobat buat. 7. Selesai, sekarang sobat tinggal mempromosikan Fan Page / Halaman Facebook sobat. Untuk cara memasang Fan Page pada blog, akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Selamat mencoba !

    Datu kartamina

    DATU KARTAMINA
    Pada abad XIV Kalua, Tabalong hidup Kartamina, menurut sahibul hikayat Kartamina keturunan Raja Gagalang Kalua. Yang mempunyai kebiasaan pemberani dan agak liar, kebiasaanya suka menerendamkan kakinya ke air.

    Mempunyai kesaktian bias menciptakan buaya dengan merubah batang korek api menjadi buaya. Sebatang korek api diletakan ditelapak tangan sambil dipuja/dibacakan mantra :

    Oh, Gusti di alam hening, Hamba bermohon dengan bening,
    Ubahlah bilah ini menjadi buaya, Bernyawa, Berenang-renang, Menjaga keamanan.

    Sambil berkomat-kamit berdiam beberapa saat akhirnya batang korek api tersebut menjadi seekor buaya. Buaya yang awalnya sebesar cicak perlahan-lahan membesar dan menuju air. Dan bertambah besar bila masuk kesungai/menyesuaikan lebar sungai.

    Namun menurut cerita Kartamina pun bisa merubah dirinya menjadi buaya kuning yang berdiam dikedalaman sungai. Bila muncul kepermukaan akan membuat orang-orang menjadi takut karena berbentuk buaya yang amat besar seperti pohon Hanau(aren) dan kelihatan ganas seperti buaya lazimnya. Apabila berubah menjadi manusia buaya besar tersebut berjalan kedarat dan menjadi manusia perlahan-lahan seperti manusia kebanyakan.

    Sahabat Datu Kartamina salah satunya yaitu Raja Ming dari Nagara Dipa, terkadang Datu Kartamina yang mengunjungi namun tak jarang Raja Ming-lah mengunjungi Datu Kartamina di Kalua.

    Suatu masa karena mereka selama dua bulan tidak bertemu, Raja Ming mengunjungi sahabatnya ke Kalua. Sesampai di rumah Datu Kartamina Raja Ming langsung mengetuk pintu, beberapa kali diketuk tak ada sahutan apalagi Datu Kartamina keluar untuk menemui sahabatnya. Rasa penasaran Raja Ming pun timbul, ditanya kepada tetangga rumah Datu Kartamina dan dijawab tetangga tersebut seperti biaya Datu Kartamina berada di sungai. Raja Ming pun menyusul kesungai sambil teriak-teriak dipinggiran sungai karena tak melihat Datu Kartamina berada di Sungai.

    Sangat terkejut setelah dipanggil beberapa kali air didepan Raja Ming beriak besar dan air menjadi keruh, muncul buaya kuning yang besar serta seram dihadapan Raja Ming. Namun buaya tersebut bersuara sambil berubah wujud menjadi manusia, ”Jangan takut, aku sahabatmu Kartamina”. Persahabatan mereka bertambah akrab dan semakin sering bertemu untuk saling berbagi cerita.

    cari App handler

    Bagi yang suka download opmn handler

    anak anak A Agp

    anak anak A Agp

    ni lge foto bareng waktu praktek bikin akuarium, heheheh

     

     

    LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM

    PEMBUATAN BAKSO IKAN

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Oleh:

    M.fajriannor

    Norkismah

    Lianor

    M. Shaufi

    M. Rizal

    Rahman hidayat

    Maslina

    Fauzi Rahman

     

     

     

     

     

     

     

     

    Pemerintah Kabupaten Tabalong

    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

    SMK Negeri 1 Banua Lawas

    2011/ 2012

     

     

     

     

    Kata Pengantar

     

    Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. karena berkat karunia dan ridho-Nya kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan segala aktifitas. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.

    Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kami penyusun laporan praktikum mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

     

    1. Bapak Bambang Hermanto S.Pd sebagai kepala skolah di SMKN 1 Banua Lawas.

    2. Ibu Siti Jumiati S.Pi selaku pembmbing dalam penyusunan laporan ini.

    3. Bapak ibu guru SMKN 1 Banua Lawas yang memberikan dorongan semangat dan bantuan pada penulis.

    4. Ayah dan Bunda tercinta atas segala kasih sayang, do’a dan pengorbanannya.

    5. Teman- teman serta orang- orang yang turut membantu, baik berupa semangat, pikiran maupun tenaga.

     

    Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan kami ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan, oleh karena itu kami sebagai penulis dan penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membagun.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Banua lawas, 15 Juni 2012

     

     

     

     

    Penyusun

     

     

     

     

     

     

     

    Daftar Isi

     

     

    Kata Pengantar ………………………………………………………………………………….. i

    Daftar Isi ………………………………………………………………………………………… ii

    Bab I. Pendahualuan …………………………………………………………………………….. 1

    A. Latar belakang ………………………………………………………………………. 1

    B. Tujuan …………………………………………………………………………………… 1

    Bab II. Tinjauan Pustaka ………………………………………………………………………. 2

    A. Baksko ikan …………………………………………………………………………. 2

    B. Bahan tambahan ……………………………………………………………………… 2

    C. Teknik Pengolahan ………………………………………………………………… 3

    D. Standar Nasional indonesia ……………………………………………………. 4

    E. Faktor Yang mempengaruhi Pembuatan akso Ikan ……………………… 4

    Bab III. Metode Praktikum ………………………………………………………………………. 5

    A. Waktu dan Tempat ………………………………………………………………….. 5

    B. Alat dan Bahan …………………………………………………………………….. 5

    C. Prosedur Kerja ……………………………………………………………………….. 5

    Bab IV. Hasil dan Pembahasan ……………………………………………………………… 7

    A. Haasil ………………………………………………………………………………….. 7

    B. Pembahasan ………………………………………………………………………… 7

    Bab V. Penutup …………………………………………………………………………………… 9

    A. Kesimpulan …………………………………………………………………………… 9

    B. Saran ………………………………………………………………………………….. 9

    Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………………… 10

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    I. PENDAHULUAN

     

    A. Latar Belakang

     

    Bakso merupakan makanan yang sudah dikenal baik dikalangan masyarakat luas. Selain karena rasanya yang enak dan gurih, juga karena makanan ini sangat mudah ditemukan. Bakso tidak perlu susah payah ditemukan karena sebagian besar penjual bakso menjajakan dagangannya setiap hari ditempat yang sama.

    Bakso yang mudah ditemukan adalah bakso yang terbuat dari daging sapi. Teksturnya kenyal, berwarna abu-abu, aromanya harum dan berbau rempah, serta rasanya gurih. Selain bakso yang terbuat dari daging, ada juga bakso yang terbuat dari surimi. Bakso ini disebut dengan bakso ikan.

    Bakso ikan hampir sama dengan bakso yang terbuat dari daging. Perbedaannya hanya terletak pada bahan baku, yaitu ikan. Ikan yang digunakan dalam pembuatan bakso ikan bervariasi, tergantung rasa yang diinginkan. Kekenyalan dapat diatur berdasarkan tepung tapioka yang digunakan.

    Salah satu ikan yang dapat digunakan untuk membuat bakso ikan adalah ikan Patin. Ikan Patin sangat baik digunakan karena dagingnya yang putih dapat mempengaruhi warna bakso yang dihasilkan, sehingga bakso yang dihasilkan berwarna putih cerah. Beberapa bahan tambahan seperti bawang merah, bawang putih, merica, dan garam, bakso ikan dapat dibuat dengan mudah. Oleh karena itu, praktikum ini perlu dilaksanakan agar dapat diketahui proses pembuatan dari bakso ikan.

    Potensi pasar bakso ikan di Indonesia maupun luar negeri seperti

    Singapura, Hongkong, Taiwan dan Kanada cukup tinggi. Apabila kualitas

    bakso ikan baik, maka dapat dijadikan usaha yang cukup menjanjikan. Bakso

    ikan yang bermutu tinggi dapat diperoleh dari penanganan bahan baku yang

    baik, hingga ke pemasaran.

     

    B. Tujuan

     

    Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

    1. Untuk mengetahui proses pembuatan bakso ikan

    2. Untuk mengetahui fungsi penambahan bahan tambahan yang digunakan pada pembuatan bakso ikan

    3. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung tapioka yang digunakan pada proses pembuatan bakso ikan

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    II. TINJAUAN PUSTAKA

     

    A. Bakso Ikan

     

    Bakso merupakan produk pangan yang terbuat dari daging atau ikan yang dihaluskan, dicampur dengan tepung, dibentuk bulat-bulat sebesar kelereng atau lebih besar dan dimasak dalam air panas hingga bakso tersebut mengapung. Masyarakat lebih mengenal bakso sebagai makanan sepinggan yang dihidangkan dengan pelengkap lain seperti mie, sayuran, pangsit, dan kuah. Makanan ini sangat populer dan digemari oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya penjual mie bakso, mulai dari restoran sampai ke warung-warung kecil dan gerobak dorong. Harga satu porsi mie bakso sangat bervariasi tergantung dari kualitas baksonya. Kualitas bakso sangat ditentukan oleh kualitas bahan-bahan mentahnya, terutama jenis dan mutu ikan, jumlah tepung yang digunakan, atau perbandingannya dalam adonan dan faktor-faktor lain, seperti pemakaian bahan-bahan tambahan dan cara pemasakannya, juga sangat mempengaruhi mutu bakso yang akan  dihasilkan .

    Bakso ikan merupakan bakso yang mulai digemari oleh masyarakat, karena bahan baku pembuatannya yaitu daging Ikan selain halal juga telah umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bakso ikan terkenal dengan aromanya yang khas. Bakso ikan paling enak dinikmati. Jenis ikan yang bagus adalah ikan yang memiliki duri menyebar dan mudah dikeluarkan durinnya, serta yang memiliki serat yang banyak. Contoh ikan yang bagus untuk diolah menjadi bakso adalah ikan tenggiri, ikan kakap, ikan tuna. Biasa yang

    digunakan oleh pabrik bakso ikan adalah ikan mata goyang, dan ikan kuniran dikarenakan harganya yang murah. Akan tetapi pada kegitan praktikum ini kami menggunakan ikan patin sebagai bahan bakunya, Jenis daging yang digunakan biasanya berupa fillet ikan segar dan fillet ikan beku .

    Ikan yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan bakso ikan haruslah dipilih dari jenis yang memiliki kadar gizi dan kelezatan yang tinggi, tidak terlalu amis, dan benar-benar masih segar. Beberapa jenis ikan, baik ikan air tawar, air payau ataupun air asin (laut) dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bakso ikan. Beberapa jenis ikan air tawar yang dapat digunakan dalam pembuatan bakso ikan, antara lain adalah lele, ikan mas, ikan patin dan nila merah. Sedangkan Ikan air payau adalah bandeng, payus, dan mujair .

    Persyaratan bahan baku (ikan) yang terpenting adalah kesegarannya. Semakin segar ikan yang digunakan, semakin baik pula mutu bakso yang dihasilkan. Berbagai jenis ikan yang digunakan untuk membuat bakso, terutama ikan yang berdaging tebal dan mempunyai daya elastisitas seperti tenggiri, kakap, cucut, bloso, ekor kuning dan lain-lain. Selain bahan baku dari ikan segar, bakso juga dapat dibuat dari produk yang sudah setengah jadi yang dikenal dengan nama Suzimi (daging ikan lumat).

     

    B.  Bahan Tambahan

     

    Berdasarkan pendapat Daniati (2005), fungsi bahan dan bumbu-bumbu tambahan adalah sebagai berikut :

     

    a.   Tepung tapioka

    Tepung digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakso, tepung yang digunakan dalam pembuatan bakso berfungsi sebagai pengikat dan perekat bahan lain. Kualitas tepung yang digunakan sebagai bahan makanan sangat berpengaruh terhadap makanan yang dihasilkan. Tepung yang baik kualitasnya dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri yaitu berwarna putih, tidak berbau apek, teksturnya halus. Agar baksonya lezat, teksturnya bagus, bermutu tinggi, jumlah tepung yang digunakan sebaiknya sekitar 10-15% dari berat daging.

     

    b.   Rempah (bumbu)

    Bumbu yang umum digunakan dalam pembuatan bakso ikan meliputi : bawang putih, bawang merah, merica, dan garam.

     

    Ø Bawang merah

    Bawang merah (Alllium cepa) berasal dari Iran dan Pakistan Barat yang kemudian dibudidayakan didaerah dingin, sub-tropik maupun tropik Umbinya dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat digunakan sebagai zat pewarna dan daunnya dapat digunakan sebagai campuran sayur. Senyawa berkhasiat dalam bawang relative utuh dan tidak mengalami kerusakan sekalipun dimasak, penggunaan bawang merah pada pembuatan bakso ikan bertujuan untuk meningkatkan citarasa dari bakso yang dihasilkan.

     

    Ø Bawang putih

    Bawang putih (Allium sativum) berasal dari daerah Asia Tengah, bawang putih mempunyai bau yang tajam karena umbinya mengandung sejenis minyak atsiri (Methyl allyl disulfida) sehingga akan memberikan aroma yang harum. Umbinya dapat digunakan sebagai campuran bumbu masak serta penyedap berbagai masakan. Bawang putih yang digunakan sekitar 1% dari berat daging ikan.

     

    Ø Merica

    Merica (Piper Nigrum) sering disebut juga dengan lada. Merica putih maupun lada hitam mengandung senyawa alkaloid piperin yang berasa pedas. Minyak atsiri yang terdapat dalam merica, yakni filandren membuat bau pedasnya menyengat, terutama jika dicium dari jarak dekat. Merica yang digunakan sekitar 1% dari berat daging ikan.

     

    Ø Garam

    Garam dapur mempunyai istilah kimia natrium clorida (NaCl). Pada umumnya digunakan untuk memantapkan rasa dalam pembuatan makanan termasuk dalam pembuatan bakso. Mencermati bentuk dari garam, ada garam padat berbentuk batang, garam kasar atau garam rosok, dan garam halus yang sering digunakan sebagai garam meja. Fungsi garam adalah memberi rasa gurih pada bakso, garam yang bermutu baik adalah berwarna putih, bersih dari kotoran. Garam yang digunakan sekitar 2,5% dari berat ikan.

     

    C.  Teknik Pengolahan Bakso Ikan

     

    Teknik  pengolahan  bakso  ikan  yaitu  jika digunakan  bahan  baku   dari ikan  segar, perlu dilakukan pemisahan daging dari tulang-tulang dan durinya dengan cara menyayat memanjang pada bagian punggung hingga terbelah. Ambillah bagian dagingnya cara dikerok menggunakan sendok. Bersihkan hancuran daging tersebut dari komponen-komponen yang tidak dikehendaki (kulit, duri dan tulang). Siapkan larutan garam (brine) dingin dengan perbandingan   antara   air,   es   dan ikan adalah 4:1:1 dan   konsentrasi   garam 0,2–0,3 %.   Rendam   hancuran   daging    ikan dalam larutan tersebut   selama 15 menit   sambil    diaduk-aduk.   Buanglah   jika timbul lemak yang mengapung di permukaan. Lakukan pengepresan, pemerasaan dengan menggunakan kain kasa. Lakukan proses perendaman tersebut sebanyak 2–3 kali. Lumatkan daging ikan tersebut dengan cara digiling dengan menggunakan alat penggiling daging). Haluskan bumbu-bumbu tersebut ke dalam daging lumat sambil diaduk dan masukkan tapioka sedikit demi sedikit. Aduk adonan sampai homogen dan tidak lengket di tangan. Aduk adonan sampai homogen dan tidak lengket di tangan. Elastisitas dapat diperbaiki dengan menambahkan putih telur satu butir untuk setiap 1 kg adonan. Lakukan pencetakan yaitu dengan membuat bola-bola kecil dengan cara adonan diletakkan pada telapak tangan, dikepal-kepal, kemudian ditekan sehingga akan keluar bola-bola bakso dari sela-sela jari dan telunjuk. Bola-bola bakso   yang   keluar   dari  kepalan   itu   diangkat   dengan sendok dan sedikit diratakan.   Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung sebagai tanda telah matang (sekitar 15 menit). Angkat  bakso  yang  telah matang dan tiriskan. Bakso ikan data disajikan dalam bentuk rebusan dengan kuah. Bakso ikan yang disajikan dalam bentuk kuah perlu dipersiapkan kuahnya yaitu dengan merebus sisa-sisa penyiangan   seperti   kepala,   tulang,   kemudian   diberikan   bumbu   yang telah dihaluskan (merica, bawang putih dan garam), sedangkan  bumbu-bumbu   penyedap    kuah   antara   lain,   bawang goreng,   tongcai,    saos tomat,   cabe/sambal,  kecap,   cuka,   sayur     caisim (Anonim, 2010c).

     

    D.  Standar Nasional Indonesia (SNI)

     

    Kriteria bakso Ikan yang baik dapat dilihat dari syarat mutu bakso yang terdapat didalam SNI 01-3818-1995 berdasarkan Anonim (2010c), adalah :

    Ø  Bentuk     : bulat halus, berukuran seragam, bersih dan cemerlang, tidak

                                   kusam

    Ø  Warna      :  putih merata tanpa warna asing lain

    Ø  Rasa        :  lezat,   enak,  rasa   ikan  dominan  sesuai  jenis  ikan   yang

                        digunakan

    Ø  Aroma      : bau khas ikan  segar  rebus dominan sesuai jenis ikan yang

                       digunakan dan bau bumbu cukup tajam

    Ø  Tekstur    : kompak,   elastis,  tidak  liat  atau  membal,  tidak  ada   serat

                       daging,   tanpa  duri  atau  tulang,   tidak lembek, tidak basah

                                  berair, dan tidak rapuh.

     

    E.  Faktor Yang Mempengaruhi Pembuatan Bakso Ikan

     

    Kualitas bakso ditentukan oleh bahan baku. Bahan baku akan mempengaruhi mutu bakso yang dihasilkan. Berbagai macam tepung yang digunakan dan perbandingannya didalam adonan, sedangkan faktor lain yang mempengaruhi kualitas bakso diantaranya adalah bahan-bahan tambahan yang digunakan serta cara memasaknya (Daniati, 2005).

    Menghasilkan bakso daging yang lezat dan bermutu tinggi jumlah tepung yang digunakan sebaiknya paling banyak 15%-30% dari berat daging. Idealnya, tepung tapioka, yang  ditambahkan sebanyak 10% dari berat daging.

     

     

    III.  METODE PRAKTIKUM

     

    A. Waktu dan Tempat Praktikum

     

    Kegiatan Praktikum pembuatan Bakso Ikan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 Mei 2012, pukul 07.30–selesai di Teras kelas XII A Perikana SMKN 1 Banua lawas.

     

    B.   Alat dan Bahan

     

    Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

    – Pisau

    / Parang

    – Talenan

     

    – Panci

    – Baskom

     

    – Lap tangan.

     

    – Kompor

    – Timbangan

    – Cobek

    – Penggiling daging

    – Serok

    Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

    • Bawang merah

    • Bawang Putih

    • Garam

    • Lada/ merica

    • Tepung Tapioka

    • Ikan Patin 2 Kg

    • Es

    • Saos

    • Royco

    • Air Bersih

     

    C.   Prosedur Kerja

     

    Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

    1. Siapkan alat dan bahan

    2. Siangi isi perut ikan dengan hati-hati agar tidak mencemari

    daging.

    3. Ikan diletakkan pada talenan dengan posisi miring.

    4. Potong ikan pada pangkal insang sampai ke tulang, kemudian

    dilakukan penyayatan daging ke arah ekor sampai lepas dari tulang.

    5. Ikan dibalik dan disayat dagingnya dari ekor ke arah kepala.

    6. Pisahkan kulit ikan dari daging.

    7. Mencuci daging ikan yang telah bebas dari tulang dan kulit degan air

    mengalir dan selalu diberi es.

    8. Menimbang filet yang telah bersih dan dihitung rendemennya.

    9. Filet yang telah bersih dilumatkan menggunakan alat penggiling

    daging atau meat sparator / food prosessor sehingga diperoleh

    daging lumat. Jika daging lumat ini masih mengandung serat dan

    duri, dipisahkan terlebih dahulu. Daging lumat tersebut, dicuci

    selama ? 10 menit didalam bak / panci menggunakan air dingin

    atau air es yang bersuhu 5 OC. Suhu air pencucian dipertahankan

    dengan menambahkan pecahan es

    10. Daging lumat yang sudah dicuci ditiriskan. Setelah tiris daging

    lumat tersebut digiling dengan garam dan bumbu hingga rata.

    Selanjutnya ditambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil

    diaduk, sampai diperoleh adonan yang homogen. Pada saat

    pembentukan adonan bakso ikan ditambahkan es batu sekitar 15%

    – 20%. Es ini berfungsi untuk mempertahankan suhu rendah dan

    menambah air ke dalam adonan.

    11. Adonan yang sudah homogen dicetak menjadi bola-bola bakso yang

    siap direbus. Ukuran dapat dibuat super, sangat besar, besar,

    sedang dan kecil. Berat setiap butir bakso super sekitar 40 gram

    (isi 25 butir / kg), sangat besar 30 gram (ukuran 30), besar 25

    gram (ukuran 40), sedang 25 gram (ukuran 50) dan kecil beratnya

    15 gram (ukuran 60).

    12. Bola-bola bakso direbus dengan air mendidih hingga matang. Bila

    bakso sudah mengapung dipermukaan air, berarti bakso sudah

    matang dan siap diangkat. Umumnya perebusan bakso ikan

    memerlukan waktu sekitar 15 menit. Jika diiris, bekas irisan bakso

    yang sudah matang tampak mengkilap agak transparan dan tidak

    keruh seperti adonan lagi.

    13. Bakso yang sudah matang diangkat dan ditiriskan, kemudian

    didinginkan. Pendinginan bisa dibantu menggunkan kipasa angin.

    14. Bakso yang telah dingin dapat langsung disajikan ataupun

    dikemas dengan kantong plastik dan

    ditutup rapat. Ukuran kemasan dapat 1⁄4 kg, 1⁄2kg, 1 kg atau 5 kg,

    sesuai permintaan pasar. Setelah dikemas plastik, bakso dipack

    dengan kardus atau kotak karton. Pada kemasan plastik atau

    karton dapat dicantumkan label yang menerangkan isi kemasan dan

    produsennya.

    15.Sebelum dipasarkan, bakso ikan bisa disimpan dalam lemari

    pendingin atau refrigerator bersuhu 5 OC. Pada suhu ini bakso ikan

    bisa bertahan sampai 32 hari. Untuk pengiriman jarak jauh, bakso

    ikan perlu dikemas vakum, kemudian dibekukan dalam contact

    plate freezer dan disimpan dalam cold storage.

     

     

     

     

     

    IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN

     

    A.  Hasil

     

    Adapun hasil dari kegiatan praktikum pembuatan bakso ikan adalah sbb;

     

    No

    Parameter

    Hasil Penilaian

    1

    Bentuk

    Bulat, Seragam

    2

    Warna

    Putih keabu-abuan rata

    3

    Aroma

    Aroma khas ikan rebus dominan

    4

    Tekstur

    kompak, elastis,  tidak  liat  atau  membal,  tidak  ada serat daging,   tanpa  duri  atau  tulang,   tidak lembek, tidak basah

    berair, dan tidak rapuh.

     

    5

    Rasa

    Rasa Ikan dominan

     

     

     

     

    B.  Pembahasan

     

    Warna bakso ikan yang dihasilkan adalah berwarna putih keabu-abuan dengan jumlah bakso sebanyak 130 biji. Tabel hasil  penilaian di atas menunjukkan bahwa warna bakso yang dihasilkan adalah putuh keabu-abuan, bentuk bulat dan seragam, aromanya adalah aroma ikan rebus dominan, tekstur kompak, elastis, tidak liat, tidak membal, tidak ada serat daging, tanpa duri atau tulang, tidak lembek, tidak basah, berair, dan tidak rapuh, dan rasanya adalah rasa ikan yang dominan.

    Aroma bakso ikan yang dihasilkan adalah aroma khas ikan dengan aroma bumbu tambahan terutama merica, bawang merah dan bawang     putih. Aroma bakso adalah bau khas ikan segar rebus dominan sesuai jenis ikan yang digunakan dan bau bumbu cukup tajam.

    Bahan tambahan yang digunakan pada proses pembuatan bakso adalah tepung tapioka, garam, gula, merica, bawang putih, bawang merah, dan putih telur. Bahan tambahan tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam bakso ikan yang dihasilkan. Tepung tapioka berfungsi sebagai pengikat bahan lain dan memperbaiki tekstur bakso. Garam berfungsi memberi rasa gurih pada bakso. Gula, merica, bawang merah, dan bawang putih, berfungsi untuk membentuk aroma dan cita rasa pada bakso. Hal ini sesuai dengan pendapat Daniati (2005), bahwa tepung tapioka berfungsi dalam meningkatkan daya ikat air serta memperbaiki tekstur bakso, dan bumbu-bumbu sebagai bahan tambahan pembuatan bakso ikan berfungsi sebagai penambah aroma dan cita rasa bakso yang dihasilkan.

    Garam yang digunakan dalam proses pembuatan bakso adalah garam dapur (NaCl). Garam berfungsi sebagai pemberi rasa gurih dan memantapkan rasa bakso. Hal ini sesuai dengan pendapat Daniati (2005), bahwa garam pada umumnya digunakan untuk memantapkan rasa dalam pembuatan makanan termasuk dalam pembuatan bakso, fungsi garam adalah memberi rasa gurih pada bakso.

    Merica dalam pembuatan bakso ikan berfungsi sebagai pemberi rasa pedas. Merica mengandung filandren yang menghasilkan aroma yang menyengat. Hal ini sesuai dengan pendapat Daniati (2005), bahwa minyak atsiri yang terdapat dalam merica, yakni filandren membuat bau pedasnya menyengat.

    Bawang merah baik digunakan karena meski dalam keadaan panas (dimasak), senyawa berkhasiat didalamnya tidak mengalami kerusakan. Bawang merah yang digunakan dalam pembuatan bakso ikan berfungsi untuk memberi cita rasa pada bakso ikan. Hal ini sesuai dengan pendapat       Daniati (2005), bahwa penggunaan bawang merah pada pembuatan bakso ikan bertujuan untuk meningkatkan citarasa dari bakso yang dihasilkan.

    Bakso ikan yang dibuat juga mengandung bawang putih. Bawang putih mempunyai bau yang tajam karena mengandung senyawa methyl allyl disulfida. Bawang putih dalam bakso ikan berfungsi memberi aroma dan sebagai penyedap masakan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat        Daniati (2005), bahwa bawang putih digunakan sebagai campuran bumbu masak serta penyedap berbagai masakan.

    Pengolahan bakso ikan dimulai dengan pencampuran surimi dengan bahan tambahan. Penggunaan bahan tambahan dalam proses pencampuran ini harus tepat agar bakso yang dihasilkan bisa bermutu baik. Setelah pencampuran selesai, dilakukan pembentukan adonan menjadi bola-bola kecil kemudian dimasak sampai mengapung yang menunjukkan bahwa bakso sudah matang. Hal ini sesuai dengan Anonim (2010c), bahwa bakso direbus dalam air mendidih sampai bakso mengapung sebagai tanda telah matang.

    Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembuatan bakso yakni bahan tambahan yang digunakan serta proses perebusan atau pemasakan pada bakso. Hal ini didasarkan pada pernyataan Daniati (2005), bahwa kualitas bakso ditentukan oleh bahan baku, berbagai macam tepung yang digunakan dan perbandingannya didalam adonan, sedangkan faktor lain yang mempengaruhi kualitas bakso diantaranya adalah bahan-bahan tambahan yang digunakan serta cara memasaknya.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    V.  PENUTUP

     

    A.     Kesimpulan

     

    Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

     

    1.    Proses pembuatan bakso ikan dimulai dari penyiangan ikan, pembuatan fillet ikan hingga menjadi surimi/ daging ikan yang telah digilaing, pencampuran surimi dengan bahan tambahan seperti tepung tapioka dan bumbu-bumbu, lalu membentuk adonan menjadi bola dan merebusnya hingga mengapung yang menandakan bahwa bakso telah matang.

    2.    Bahan tambahan seperti tepung tapioka berfungsi sebagai perekat, garam berfungsi sebagai pemberi rasa gurih, gula, merica, bawang  merah, dan bawang putih berfungsi sebagai penambah aroma dan cita rasa pada bakso ikan.

    3.    Konsentrasi tepung tapioka yang digunakan sangat berpengaruh terhadap mutu bakso ikan yang dihasilkan terutama terhadap tekstur.

     

    B.   Saran

     

    Saran untuk praktikum ini adalah agar pada praktikum selanjutnya bisa digunakan jenis ikan yang berbeda-beda pada setiap kelompok, agar dapat diketahui jenis ikan apa yang paling baik digunakan untuk membuat bakso ikan.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Anonim, 2011. Laporan 3 Bakso Ikan. http://riarahmadani.blogspot.com/2011/10/laporan-3-bakso-ikan.html. Diakses tanggal 14 Juni 2012.